2 Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Tidak Ikut UNBK
Sementara itu, para siswa usai mengikuti UNBK mengaku senang dengan atas perhatian dari pihak sekolah.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
2 Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Tidak Ikut UNBK
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak SMK Stella Maris Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (16/3/2020).
Sebanyak 319 siswa mengikuti UNBK dan mereka terbagi dalam empat kompetensi keahlian di antaranya, Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Teknik Kendaraan Ringan dan Nautika Kapal Penangkap Ikan.
Namun demikian, terdapat 2 siswa yang tidak mengikuti UNBK yang digelar dalam 3 sesi tersebut.
Demikian disampaikan Ketua Umum Panitia Pelaksana UNBK SMK Stella Maris Labuan Bajo, Rufinus Ladjar, S.Pi ditemani Kepsek SMK Stella Maris Labuan Bajo, Rm. Kornelis Hardin, Pr., S.Fil.
"Jadi, ada 2 siswa yang tidak ikut saat sesi kedua," katanya.
Dijelaskannya, satu siswa memberikan pemberitahuan secara lisan bahwa tidak lagi mengikuti ujian, sedangkan satu siswa lainnya tanpa memberitahukan kepada pihak sekolah.
"Satu siswi tidak hadir keterangan lisannya ada, katanya sudah berkeluarga dan menunggu (proses persalinan) dan berada di kampung, sedangkan satu siswa laki-laki tidak ada keterangan atau tidak ada alasan," ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan UNBK bagi para siswa menggunakan sebanyak 188 komputer yang tersedia di sekolah.
"Untuk sementara tidak ada kendala, internet dan PLN aman. Petugas PLN selalu stand by di sini," katanya.
Sementara itu, para siswa yang mengikuti UNBK mengaku tidak mengalami kendala berarti.
Hal tersebut diungkapkan seorang pelajar, Yuliani Apariliani Gajum (18) bersama sejumlah rekannya.
"Tidak ada kendala, dan kami juga sudah persiapkan diri dengan baik," katanya.
Hal lainnya yang berbeda dalam pelaksanaan UNBK para siswa melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan UNBK.
Hal tersebut dilakukan demi mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di area sekolah.
Sebanyak 319 siswa yang terbagi dalam empat kompetensi keahlian di antaranya, Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Teknik Kendaraan Ringan dan Nautika Kapal Penangkap Ikan.
Selama 4 hari mereka akan mengikuti UNBK dan dibagi dalam 3 sesi.
Sebelum dan setelah mengikuti UNBK, para siswa diwajibkan mencuci tangan menggunakan air dan sabun cuci tangan yang disediakan.
Usai mencuci tangan, para siswa mengeringkan tangannya menggunakan tisu dan kain yang diletakkan tepat di sebelah tempat penampungan air.
Para siswa terlihat mengantre dengan rapi dan menunggu giliran di depan pintu kelas.
Kepala Sekolah SMK Stella Maris Labuan Bajo, Rm. Kornelis Hardin, Pr., S.Fil mengatakan, para siswa diwajibkan mencuci tangan sebelum mengikuti UNBK merupakan bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19).
"Kita tidak tahu mereka (siswa) sebelumnya ke tempat lain, dan berjabat tangan serta berinteraksi dengan pihak lain. Kita berjaga-jaga," katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, virus Corona yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat perlu diantisipasi oleh pihak sekolah demi penyelenggaraan pendidikan.
"Situasi kali ini berbeda dengan ujian sebelumnya, kali ini dengan merebaknya virus Corona kami mengantisipasi penyebarannya," jelasnya.
Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi dan mengedukasi para siswa agar lebih berhati-hati pasca beberapa daerah di Indonesia terinfeksi virus Corona.
"Dari seminggu lalu kami sudah sampaikan dalam bentuk sosialisasi kepada para siswa , sehingga dari sekolah langsung ke rumah dan disarankan tidak bepergian, terlebih kita di daerah pariwisata, yang kita tahu kapan saja orang-orang itu (orang yang positif Covid-19) bisa masuk," katanya.
Sementara itu, para siswa usai mengikuti UNBK mengaku senang dengan atas perhatian dari pihak sekolah.
Bagi para siswa, selain mencegah penyebaran virus Corona, aksi cuci tangan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan keberhasilan diri.
"Jadi kami dapat belajar lebih nyaman dan bersih karena masuk ruang ujian sudah steril," kata seorang siswa peserta UNBK, Yuliani Apariliani Gajum (18) diamini sejumlah rekannya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Mabar, Bernardus Dandur memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil pihak sekolah dengan melakukan aksi cuci tangan sebelum dan sesudah UNBK.
Pihaknya pun akan mengarahkan sekolah-sekolah yang ada untuk melakukan aksi cuci tangan demi menjaga kesehatan dan mengantisipasi virus Corona.
Sementara itu, dalam penyelenggaraan UNBK hari pertama tersebut juga mendapatkan kunjungan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTT.
• Pasola Wanokaka Ricuh, Penonton Kecewa Tinggalkan Arena
• Cegah Penyebaran Covid -19, NTT Tutup Kunjungan Wisatawan Asal Eropa, Amerika dan Australia
• Puluhan Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Akan Dipulangkan dari Bali
Sebanyak dua utusan dari Dikbud Provinsi NTT bersama Dinas PKO Kabupaten Mabar selain berdiskusi terkait kesiapan sekolah dalam menghadapi UNBK, mereka juga melakukan kunjungan langsung ke dalam ruang kelas serta berinteraksi dengan para siswa yang telah menyelesaikan ujian.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)