Pasola Wanokaka Ricuh, Penonton Kecewa Tinggalkan Arena

selama kurang lebih 25-30 menit setelah para rato (tua adat) resmi membuka mulainya atraksi pasola pukul 10.50 wita .

POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Aparat keamanan turun lapangan mengamankan pasola Wanokaka akibat terjadi kericuhan Senin (16/3/2020) 

Pasola Wanokaka Ricuh, Penonton Kecewa Tinggalkan Arena

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK---Pagelaran pesta budaya pasola Wanokaka yang berlangsung di lapangan pasola Wanokaka di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Senin (16/3/2020) hanya berlangsung selama kurang lebih 25-30 menit setelah para rato (tua adat) resmi membuka mulainya atraksi pasola pukul 10.50 wita .

Atraksi budaya pasola yang ditonton langsung Dirjen pembangunan daerah tertinggal kememterian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, Drs.Samsul Widodo,MA dan rombongan, Istri Kapolda NTT dan rombongan serta berbagai penontnon lainnya dan ribuan penonton baik domestik maupun mamca negara yang memadati sekeliling lapangan pasola sangat kecewa , lalu meninggalkan lokasi pasola karena dua kelompok pemain atraksi pasola ricuh. Padahal atraksi pasola baru berlangsung sekitar 15-20 menit lamanya.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM di lokasi pasola di lapangan pasola Wanokaka, Senin (16/3/2020), acara pasola diawali dengan upara ritual adat oleh para rato dilapangan pasola Wanokaka, tepatnya di depan tribun penornton yang dihadiri langsung Bupati Sumba Barat, Drs.Agus6inus Niga Dapawole, Camat Wanokala,Lukas Pewu dan hadir pula Dirjen Pembangunan daerah tertinggal Drs.Samsul Widodo, M.A yang menunggang seekor kuda berada dtengah puluhan penunggang kuda lainnya yang siap bertarung di lapangan pasola.

Namun ditengah gelar ritual acara pasola itu sedikit terganggu akibat salah satu kelompok pemain pasola dalam hal ini kelompok Wanokaka bawah sudah menurunkan kuda ke lapangan yang berlari keliling lapangan menantang lawan bertarung.

Melihat gelagat itu,Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole terpaksa turun tangan mendatangi kelompok Wanokaka bawah meminta agar bersabar menunggu selesai ritual adat dulu dan wargapun menurutinya.

Setelah ritual adat selesai digelar, dua kelompok pemain pasola resmi bertarung yakni antara kelompok Wanokaka bawah terdiri Praibakul, Hupumada, Katikuloku dan Mamodu berhadapan dengan Wanokaka atas terdiri Baliloku, Waihura, Pahola dan Rua.

Dua kelompok tersebut menunggang kuda dan bersenjatakan lembing kayu bertarung saling melempar lembing menargetkan musuh masing-masing. Sayangnya, atraksi tersebut hanya berlangsung selama kurang lebih 25-30 menit setelah salah seorang pemain pasola terjatuh dari kuda akibat lemparan lembing lawan.

Sesama temannya, tidak menerima sehingga berubah menjadi lemparan batu. Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama berkat kesigapan aparat kepolisian,Brimob dan TNI yang mampu meredamnya.

Sekitar 20 menit kemuddian Kapolda NTT, Irjen Polisi Hamidin tiba di lapangan pasola. Kapolda diterima langsung Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan terus berbincang bersamanya.

Sementara itu Camat Wanokaka, Lukas Pewun mencoba melakukan negosiasi dengan para pemain pasola agar dapat mengendalikan anggota sehingga pasola kembali dilanjutkan. Harapan agar bapak Kapolda dan rombongan dapat menyaksikannya.

Sayangnya negosiasi itu gagal menghasilkan kesepakatan sehingga Camat Wanokaka, Lukas Pewu mengumumkan secara resmi atraksi pasola berhenti dan tidak dapat dilanjutkan kembali.

Cegah Penyebaran Covid -19, NTT Tutup Kunjungan Wisatawan Asal Eropa, Amerika dan Australia

Puluhan Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Akan Dipulangkan dari Bali

Uji Kompetensi Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Tenaga Kelistrikan di NTT

Selanjutnya Kapolda NTT, Irjen Polisi Hamidin dan rombongan meninggalkan lokasi dan menghadiri acara pemerintah lainnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved