2 Siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo Tidak Ikut UNBK
Sementara itu, para siswa usai mengikuti UNBK mengaku senang dengan atas perhatian dari pihak sekolah.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Sebanyak 319 siswa yang terbagi dalam empat kompetensi keahlian di antaranya, Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Teknik Kendaraan Ringan dan Nautika Kapal Penangkap Ikan.
Selama 4 hari mereka akan mengikuti UNBK dan dibagi dalam 3 sesi.
Sebelum dan setelah mengikuti UNBK, para siswa diwajibkan mencuci tangan menggunakan air dan sabun cuci tangan yang disediakan.
Usai mencuci tangan, para siswa mengeringkan tangannya menggunakan tisu dan kain yang diletakkan tepat di sebelah tempat penampungan air.
Para siswa terlihat mengantre dengan rapi dan menunggu giliran di depan pintu kelas.
Kepala Sekolah SMK Stella Maris Labuan Bajo, Rm. Kornelis Hardin, Pr., S.Fil mengatakan, para siswa diwajibkan mencuci tangan sebelum mengikuti UNBK merupakan bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19).
"Kita tidak tahu mereka (siswa) sebelumnya ke tempat lain, dan berjabat tangan serta berinteraksi dengan pihak lain. Kita berjaga-jaga," katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, virus Corona yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat perlu diantisipasi oleh pihak sekolah demi penyelenggaraan pendidikan.
"Situasi kali ini berbeda dengan ujian sebelumnya, kali ini dengan merebaknya virus Corona kami mengantisipasi penyebarannya," jelasnya.
Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi dan mengedukasi para siswa agar lebih berhati-hati pasca beberapa daerah di Indonesia terinfeksi virus Corona.
"Dari seminggu lalu kami sudah sampaikan dalam bentuk sosialisasi kepada para siswa , sehingga dari sekolah langsung ke rumah dan disarankan tidak bepergian, terlebih kita di daerah pariwisata, yang kita tahu kapan saja orang-orang itu (orang yang positif Covid-19) bisa masuk," katanya.
Sementara itu, para siswa usai mengikuti UNBK mengaku senang dengan atas perhatian dari pihak sekolah.
Bagi para siswa, selain mencegah penyebaran virus Corona, aksi cuci tangan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan keberhasilan diri.
"Jadi kami dapat belajar lebih nyaman dan bersih karena masuk ruang ujian sudah steril," kata seorang siswa peserta UNBK, Yuliani Apariliani Gajum (18) diamini sejumlah rekannya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Mabar, Bernardus Dandur memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil pihak sekolah dengan melakukan aksi cuci tangan sebelum dan sesudah UNBK.