Tamu Kita

Tamu Kita: Marciana Dominika Jone: Bekerja Dengan Gembira

Mercy Jone, yang saat ini menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) Provinsi NTT.

Tamu Kita: Marciana Dominika Jone: Bekerja Dengan Gembira
Apolonia M Dhiu
Mercy Djone 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Bekerja iklas dan riang gembira adalah prinsip dari Marciana Dominika Jone, SH, atau yang akrab disapa Mercy Jone, yang saat ini menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) Provinsi NTT.

Apa yang didapatkan saat ini adalah buah dari kerja keras yang sudah diinvestasikannya sejak lama. Pekerjaan apapun ia jalankan dengan tidak neko-neko.
Bekerja dengan tulus iklas.

Ia memulai karier di Kemekumham sejak 30 tahun lalu dan mengikuti setiap proses yang ada. Kariernya terus naik, dan akhirnya saat ini menjadi kepala dan menjadi perempuan pertama di NTT dan kedua seacara nasional yang menjadi kepala di instansi tersebut.

Rencana Penutupan Perbatasan NTT-Timor Leste, Ini Pendapat Konsulat RDTL Oekusi dan Kupang

Mercy sendiri lebih suka dengan isu-isu yang berkaitan dengan anak dan perempuan.

Ia bahkan, turun dan menginap di kampung-kampung berhari-hari untuk mengadvokasi masyarakat. Selain karena ia sebelumnya adalah Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, tetapi lebih karena ia sangat mencintai anak-anak.

Siapa dan bagaimana dirinya setelah ditunjuk menjadi Kakanwil Hukum dan HAM? Ikuti wawancara wartawati Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu, dengan Marciana Dominika Jone, SH, di ruang kerjanya, Rabu (11/3).

Betrand Peto Syok & Gemetar Sarwendah Hadiahi Mobil di Hari Ultah, Padahal Benda Ini yang Diminta

Proficiat atas pelantikan Anda menjadi Kepala Kantor Kementrian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) Provinsi NTT. Bisa ceritakan awal meniti karier sampai dengan posisi saat ini?
Terima kasih. Saya bekerja di Kemenkumham Provinsi NTT hampir 30 tahun. Saya memulai dari sebagai staf. Dalam meniti karier di lembaga ini, saya benar-benar selalu mengerjakan pekerjaan dengan tulus ikhlas. Saya masuk menjadi CPNS di sini dan hanya saya sendiri yang sarjana waktu itu. Saya pernah, disuruh mencuci WC. Saya melakukan dengan enjoy. Saya membersihkan kamar mandi, dan saya tidak pernah terlambat datang ke kantor. Saya selalu disiplin dalam bekerja. Dari awal kerja sampai hari ini, Puji Tuhan, saya nyaris tidak pernah terlambat dan izin sakit, kecuali betul-betul sakit. Dan, saya selalu menjaga kualitas kerja itu. Karena, kadang-kadang perempuan dikasih jabatan, kadang ada pilhan-pilihan yang susah untuk menyesuaikan diri. Tetapi, kalau kita mau maju, kita maju saja. Harus pandai mengatur diri antara pekerjaan domsetik dan publik. Itu yang saya belajar dengan semua orang. Bagi saya belajar penting dan tidak boleh putus.

Ada figur di lembaga ini yang selalu memotivasi Anda?
Kembali lagi, dulu memang saya sendiri yang sarjana hukum di kantor ini. Jadi disetiap pendidikan apapun itu, saya punya kepala bidang adalah seorang tutor, guru, dan sahabat. Saya baru masuk kantor 1 minggu saja, dia suruh saya ceramah penyuluhan hukum di Pertamina. Awalnya keberatan karena saya masih awam sekali, tetapi berkat kepercayaan diri, semua bisa berjalan. Saya disuruh kemana saja, saya ikut, dan saya pergi karena saya mau belajar. Saya sangat mencintai pekerjaan ini. Sampai saat ini saya tidak segan dan malu untuk belajar, belajar bersama adik-adik di kantor ini yang masih baru.
Kami belajar dan bekerja dalam tim dan saling memberi masukan dan ide.
Kami selalu merancang kegiatan bersama-sama. Bagi saya, pekerjaan apapun harus ada konsep yang jelas dan matang.
Saya berterima kasih kepada Kemenkumham, khususnya Dirjen HAM. Saya dibesarkan di lembaga ini dengan isu-isu HAM. Saya dikirim untuk belajar di Jakarta dengan Lembaga Kemanusiaan dari Canada. Dengan isu-isu HAM, saya pernah menjadi mentor spesialis Pendidikan HAM dan pelatihan menangani resolusi konflik. Semuanya saya belajar dan pelatihan dan pendidikan membuat saya menjadi lebih matang.

Dampak Covid-19, Indonesia International Motor Show 2020 Ditunda

Apa saja yang Anda pelajari dari lembaga-lembaga kemanusiaan dari luar negeri terkait isu HAM?
Saya belajar banyak hal yang di ilmu pemerintah tidak didapatkan. Contoh, saya belajar lembaga-lembaga kemanusiaan terkait menyusun sebuah desain kegiatan yang terukur. Dulu membuat Perda, yang namanya asesmen tidak ada. Saat ini, kami melakukan asesmen dengan teman-teman perancangan di Kemenkumham. Saya turun ke kampung-kampung untuk menggali masalah, mendapatkan data-data kualitatif dan kuantitatif. Saya belajar dengan UNICEF, membuat pendekatan berbasis sistim norma struktur. Jadi, saya matang dari teman-teman jejaring. Saya berterima kasih kepada WFI, ISTP. Jadi, apa yang diperoleh saat ini, saya percaya bahwa hasil tidak pernah mengkianati proses.

Mercy Djone bersama ayahnya, suami dan anak-anak
Mercy Djone bersama ayahnya, suami dan anak-anak (dokumentasi keluarga)
Halaman
12
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved