Meskipun Negatif Virus Corona, Tiga Warga Sumba Timur Tetap Dalam Observasi

Meskipun negatif virus corona, tiga warga Sumba Timur tetap dalam observasi

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Penjemputan ketiga warga Sumba Timur di Bandara UMK Waingapu 

Meskipun negatif virus corona, tiga warga Sumba Timur tetap dalam observasi

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dalam rangka mengantisipasi wabah virus corona penyebab Covid-19 di wilayah Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT, tiga orang warga Sumba Timur tetap dalam observasi selama 14 hari kedepan, meskipun telah menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan negatif corona.

Ketiga warga Sumba Timur itu dipulangkan dari Malaysia sebagai pekerja Migran Indonesia (PMI) lantaran permasalahan upah buruh yang tidak dibayarkan kepada mereka.

Waspada Virus Corona, Tiga Warga Sumba Timur Tetap Dalam Observasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (TransNaker) Kabupaten Sumba Timur Nico Pandarangga kepada wartawan usai menjemput ketiga warga itu di Terminal Kedatangan Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu, Senin (16/3/2020) siang menjelaskan, ketiga warga Sumba Timur itu sesuai protap langsung diantar ke rumahnya masing-masing.

Dikatakan Nico, ketiganya juga sejak Frebuari 2020 berada di Jakarta dan dikarantina di penampungan Home Care Kemensos RI. Ketiganya juga sudah diperiksa kesehatanya dan dinyatakan bebas/negatif Covid-19.

Perasaan Lega Pelajar SMK Negeri 1 Buyasuri Usai UNBK Hari Pertama

"Namun karena Jakarta merupakan daerah merah, kita tetap ikut protokol WHO untuk tetap awasi. Untuk saat ini sesuai aturan dari Kementerian kita ikut protapnya kita langsung antar ke keluarganya, kita juga buatkan berita acara,"jelas Nico.

Nico juga menjelaskan, menurut laporan dari Kemenaker, ketiga warga Sumba Timur itu terkait persoalan upah. Dimana saat menjadi PMI di Malaysia mereka upah mereka tidak dibayar oleh majikanya.

"Karena itu mereka mengadu ke KBRI untuk Malaysia dan difasilitasi oleh LSM Migrant Care sehingga mereka dipulangkan ke Negara asal Indonesia. Di Indonesia mereka diterima oleh Satgas Kemenaker terus ditampung di Home Care Kemensos,"Jelas Nico.

Nico mengatakan, selama ditampung di Home Care mereka selalu diobservasi sambil menunggu penyelesaian upah mereka dari Malaysia. Ketika upah mereka sudah dibayarkan semua mereka dikembalikan di daerah asal mereka Sumba Timur.

dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani ketika dikonfirmasi wartawan usai melakakun pemeriksaan ketiga warga Sumba Timur itu mengatakan, berdasarkan revisit ke 3 pedoman kesiap-siagaan Covid-19 dari Kemenkes RI bahwa kategori ketiga penumpang tersebut sudah dinyatakan negatif corona.

Namun kata dr. Hindarti, karena di Sumba Timur tetap waspada terkait dengan virus tersebut, ketiga warga itu akan dipantau selama 14 hari kedepan oleh Puskesmas daerah tinggal masing-masing ketiga warga tersebut. Terkait petugas yang melakukan observasi dari Dinas Kesehatan akan menyampaikan ke kepala Puskesmas, kemudian kepala Puskeskesmas akan menunjuk 1 orang petugas untuk melakukan observasi untuk masing-masing ketiga warga tersebut.

"mereka tetap dilakukan pemantauan selama 14 hari kedepan tapi ini berdasarkan wilayah Sumba Timur. Tetapi kalau secara SOP mereka sudah aman karena mereka sudah dikarantika hampir 1 bulan di Jakarta,"terang dr Hindarti.

dr Hindarti juga mengatakan saat turun dari pesawat ketiga penumpang tersebut juga dilakukan pemeriksaan suhu badan dan fisik secara keseluruhan. Dari hasil pemeriksaan ketiga warga ini suhu badan normal. "Pokoknya kita juga periksa dengan penumpang lainya tetapi suhu badan dari 44 penumpang dalam keadaan normal,"pungkas dr Hindarti.

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM terlihat ketiga warga tersebut diantar langsung oleh petugas dari Kemenaker RI menggunakan pesawat Wings Air tiba di terminal bandara sekitar pukul 11.30 Wita. Ketiga warga itu bersama seluruh penumpang lainya diperiksa suhu tubuh dengan menggunakan alat pendekteksi suhu tubuh atau Thermo Scanner oleh petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) didampingi Kepolisian dan petugas dari Distransnaker Sumba Timur.

Usai diperiksa ketiga warga itu langsung diantar ke rumah mereka masing-masing. Tanpak keluarga dari ketiga warga itu juga turut datang menjemput.

Salah satu warga diantaranya juga terlihat sempat peluk dan cium sayang kepada seorang anak kecil yang merupakan keluarganya yang datang menjemputnya di bandara. Ketiga warga itu juga tanpak cerah dan berbicara seperti biasa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved