Akan Dibangun Puskesmas Pariwisata di Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT akan memiliki satu Puskesmas Pariwisata
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT akan memiliki satu Puskesmas Pariwisata. Hasil survei yang dilakukan beberapa kementerian termasuk Kementerian Kesehatan, menetapkan Puskesmas Pacar sebagai puskesmas pariwisata.
Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten Mabar, Paulus Mami saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2020).
• Gading di Sikka Seharga Rp 500 Juta Digasak Maling
"Pembangunan akan dilakukan pada tahun ini dan luas lahan Puskesmas Pariwisata ini sebesar 50 m × 100 m," katanya.
Pembangunan tersebut diperkirakan mulai dikerjakan pada Juli 2020 dengan dukungan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Kementerian Kesehatan senilai Rp 12 milyar.
"Sudah termasuk alat, fasilitas kesehatan (Faskes) dan bangunan," ujarnya.
• Menang 6-2 atas Bhayangkara FC, Ende United Juara III Chicago Futsal Cup I di Ngada
Puskesmas pariwisata, lanjut Paulus, tidak jauh berbeda dengan puskesmas lainnya yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
Akan tetapi, letak perbedaan puskesmas pariwisata dengan puskesmas pada umumnya karena memiliki fasilitas penunjang seperti tempat rekreasi, tempat ramah anak, spa dan fasilitas penunjang lainnya.
"Kalau pelayanan secara umum, semua orang yang datang baik wisatawan asing dan nusantara akan dilayani secara ramah di sana, sehingga orang mengenal dan nikmati," ungkapnya.
Selain itu, Paulus juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat mendukung puskesmas pariwisata dengan mengembangkan destinasi pariwisata yang berada di sekitar puskesmas pariwisata.
Selanjutnya, pihaknya telah mengajukan proposal untuk menambah puskesmas pariwisata di Kabupaten Mabar pada 2021 nanti.
"Kami akan ajukan lagi, jadi ada tiga lokasi yakni di Cunca Wulang, Bari dan Warloka atau Rinca. Untuk di Rinca kami tetap koordinasi dengan pihak BTNK, kalau tidak diizinkan maka kami akan bangun di Warloka," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)