Salam Pos Kupang

Virus Corona dan Program Pertukaran Pelajar

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang Virus Corona dan Program Pertukaran Pelajar

Virus Corona dan Program Pertukaran Pelajar
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang Virus Corona dan Program Pertukaran Pelajar

POS-KUPANG.COM - DI tengah merebaknya kasus virus Corona, kita tersentak menyaksikan enam siswa SMAK Frater Maumere turun dari pesawat terbang di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka.

Sebagaimana diberitakan berbagai media, enam siswa tersebut tiba, Rabu (11/3). Mereka baru kembali dari Jepang setelah mengikuti program pertukaran pelajar Asia melalui Kakehashi Project selama enam bulan.

Terkait Covid -19 , Pemerintah Diminta Lakukan Koordinasi dan Pencegahan Dini

Sebelum berangkat dari Jepang mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai standar WHO (World Health Organization). Untunglah mereka semua dinyatakan sehat, tidak terjangkit virus Corona. Begitu pun ketika tiba di Indonesia prosedur pemeriksaan sesuai standar WHO itu diberiakukan. Lagi-lagi mereka dinyatakan sehat hingga bisa tiba kembali di Maumere.

Selanjutnya, mereka kembali ke keluarga masing-masing sambil terus dipantau oleh petugas kesehatan selama 14 hari. Kalau setelah masa pemantauan kondisi mereka tetap negatif virus Corona, maka mereka akan dinyatakan sehat dan boleh bergabung kembali dengan masyarakat setempat.

Cegah Corona, TNI-Polri di TTU Gelar Kerja Bakti Bersama

Kita patut memberi apresiasi kepada para siswa yang telah menyelesaikan dengan baik program pertukaran pelajar di Jepang. Kita pun bersyukur karena mereka masih bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Kita berharap sampai dengan selesainya masa pemantauan selama 14 hari di Maumere, kondisi mereka tetap sehat.

Meski mereka sudah kembali, tentu ada yang tidak dialami para siswa ini sebagaimana biasanya kalau pulang dari luar negeri menyelesaikan suatu program. Kalau biasanya para siswa pulang dengan sumringah dan mendapat sambutan hangat dari keluarga dan teman-teman, maka para siswa ini tentu tidak mengalaminya.

Yang terjadi bahwa sepanjang perjalanan dari Jepang hingga tiba di tanah air gerak-gerik mereka terus diawasi. Mereka harus mengenakan masker. Setiba di Maumere pun mereka turun begitu saja tanpa sambutan yang meriah dari keluarga dan teman-teman.

Boleh jadi di antara teman-teman pun ada kekhawatiran tersendiri ketika mendekati apalagi bersentuhan dengan mereka kalau-kalau mereka pulang membawa serta virus Corona.

Kondisi ini tentu memberikan pengalaman yang tidak enak bagi para siswa. Selain was-was dengan virus Corona, rasa bangga mereka sebagai siswa yang terpilih mengikuti program pertukaran pelajar tentu tidak terasa dibanding kalau mereka pulang dalam kondisi normal.

Sebaliknya, teman-teman atau adik-adik kelas mereka boleh jadi tidak antusias lagi untuk mengikuti jejak mereka ke depannya. Karena kenyataannya bukan kegembiraan yang mereka bawa pulang, melainkan ras was-was dan ditakuti.

Situasi inilah yang kita harapkan menjadi perhatian dari pemerintah daerah setempat, pihak sekolah dan keluarga ke depannya. Mungkin sekarang belum bisa dilakukan, tetapi setelah masa pemantauan selesai dan pada akhirnya mereka semua dinyatakan sehat, pihak sekolah didukung pemerintah dan keluarga hendaknya menyediakan waktu khusus untuk memberikan apresiasi dan menyambut kepulangan mereka.

Semangat mereka harus dipulihkan, dan dorongan kepada teman-teman yang lain untuk mengikuti program serupa di masa depan kiranya tetap dilakukan.
Akhirnya, semoga wabah virus Corona segera berlalu sehingga kondisi dunia segera pulih dalam berbagai aspek, termasuk program pertukaran pelajar yang banyak dilakukan SMAK Frater Mamuere selama ini.*

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved