Kamis, 28 Mei 2026

Kenali Gejala Tifus Guys dan Pelajari Rekomendasinya

Gejalanya meliputi demam tinggi yang berkepanjangan, kelelahan, sakit kepala, mual, sakit perut, dan sembelit atau diare.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
Shutterstock
Ilustrasi 

Di daerah berkembang di Afrika, Amerika, Asia Tenggara dan Pasifik Barat, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat.

WHO memperkirakan beban penyakit demam tifoid global mencapai 11-20 juta kasus setiap tahun, yang mengakibatkan sekitar 128.000-161.000 kematian per tahun.

Risiko tifoid lebih tinggi pada populasi yang tidak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi yang memadai.

Komunitas miskin dan kelompok rentan termasuk anak-anak berada pada risiko tertinggi.

Pengobatan

Demam tifoid dapat diobati dengan antibiotik.

Karena resistensi terhadap antibiotik telah muncul termasuk fluoroquinolon, antibiotik yang lebih baru seperti sefalosporin dan azitromisin digunakan di daerah yang terkena.

Resistensi terhadap azitromisin telah dilaporkan secara sporadis tetapi belum umum.

Bahkan ketika gejalanya hilang, orang mungkin masih membawa bakteri tifoid, yang berarti mereka dapat menyebarkannya ke orang lain melalui kotorannya.

Penting bagi orang yang dirawat karena demam tifoid untuk melakukan hal berikut:

Minumlah antibiotik yang diresepkan selama dokter meresepkannya.

Cuci tangan mereka dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi, dan jangan menyiapkan atau menyajikan makanan untuk orang lain.

Ini akan menurunkan kemungkinan menularkan infeksi kepada orang lain.

Lakukan tes dokter untuk memastikan bahwa tidak ada bakteri Salmonella Typhi yang tersisa di tubuh mereka.

Pencegahan

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved