Pendidikan
WoW! Pelajar Keo Tengah Jadi Laskar Pemantau Jentik Nyamuk
Pelajar di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo menjadi laskar Pemantau Jentik ( Pemantik) nyamuk di wilayah itu
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pelajar di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo menjadi laskar Pemantau Jentik ( PEMANTIK) nyamuk di wilayah itu.
Para pelajar didampingi oleh petugas kesehatan keliling dari Puksesmas Maunori dan guru setiap sekolah.
Mereka melaksanakan pemantauan jentik nyamuk dalam rangka upaya preventif terhadap Deman Berdarah Dengue ( DBD).
• Setelah di Istana Bogor, Raja dan Ratu Belanda Kunjungi Keraton Yogyakarta
Camat Keo Tengah, Hildegard Mutha Kasi, mengapresiasi upaya preventif yang dilakukan oleh semua stakeholder untuk mencegah DBD.
"Anak-anak menjadi laskar pemantau jentik. Itu upaya preventive DBD di Kecamatan Keo Tengah. Puji Tuhan sampai kondisi bulan Maret di Kecamatan Keo Tengah masih aman dari DBD. Semoga seterusnya aman," ujar Hildegard kepada Pos Kupang, Selasa (10/3).
Hildegard mengatakan, para petugas Kesling dari Puskesmas, guru dan siswa melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) rutin melaksanakan pemantauan jentik nyamuk sambil melaksanakan sosialisasi dan himbuan kepada masyarakat.
• Jadi Alumni Yang Berkarakter dan Inovatif, UKAW Kupang Lepas 754 Sarjana
Menurut Hildegard, siswa tak hanya menjadi laskar Pemantik di sekolah tapi juga di kampung atau di lingkungan sekitar serta rumah mereka masing-masing.
Ia mengatakan, mengapa anak sekolah karena memang usia sekolah harus diberi pemahaman agar bisa mengetahui bahaya DBD.
Juga, katanya, nyamuk DBD beraksi pada pukul 09.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.
"Mengapa anak sekolah? Karena jam nyamuk DBD beraksi di pukul 09.00 Wita saat di jam sekolah dan jam 15.00 Wita. Gerakan melalui siswa juga dipandang lebih mempan," ujarnya.
• Video TikTok Cewek Belia Ini Jadi Viral & Diburu Warganet, Ternyata Ini Dilakukan Gadis Cantik Ini
Menurutnya, di masyarakat, anak-anak juga menjadi pemantik sehingga bisa memantau kondisi di kampung dan juga rumah mereka masing-masing.
"Anak-anak sekolah juga menjadi laskar pemantau jentik di kampung dan lingkungan dan sekitar rumahnya," ujarnya.
Ia menyampaikan penting sekali menjaga kebersihan lingkungan.
Maka diimbau agar selalu waspada dan memperhatikan kebersihan lingkungan, dan jangan membuang sampah sembarangan.
• Pesta Pernikahan Berakhir Duka, Mempelai Pria Beli Miras Oplosan, 2 Tamu Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/siswa-laskar-pemantik-di-keo-tengah-saat-memantau-jentik-nyamuk.jpg)