Breaking News:

Terkait MoU Tambak Garam Toineke Yang Kembali Gagal, Bupati Tahun: Ada Oknum Yang Bermain

gagalnya penandatanganan MoU kerja sama pengelolaan tambak garam di desa Toineke antara lembaga masyarakat adat Toineke

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun sedang memberikan keterangan kepada awak media 

Terkait MoU Tambak Garam Toineke Yang Kembali Gagal, Bupati Tahun: Ada Oknum Yang Bermain

POS- KUPANG.COM| SOE -- Bupati TTS Egusem Piether Tahun angkat bicara terkait gagalnya penandatanganan MoU kerja sama pengelolaan tambak garam di desa Toineke antara lembaga masyarakat adat Toineke dengan PT Tamaris Garam Nusantara.

Menurutnya, ada oknum yang bermain sehingga penandatanganan MoU kembali gagal untuk kedua kalinya.

Pihaknya sudah mengecek ke 10 orang yang disebut menolak penandatanganan MoU tersebut. Dari hasil pengecekan, ternyata ke 10 orang tersebut bukan merupakan warga desa Toineke. Selain itu, ke-10 orang tersebut bukan merupakan pemilik lahan dan hanya merupakan penggarap lahan orang.

"Kita sudah cek yang sepuluh orang itu. Mereka itu bukan pemilik lahan. Bahkan dari 10 orang itu, hanya dua orang yang benar penggarap lahan di Toineke sedangkan 8 orang lainnya bukan," ungkap Bupati Tahun kepada pos kupang.com, Selasa (10/3/2020) di ruang kerjanya.

Oleh sebab itu lanjut Bupati Tahun, Jumat depan tim akan kembali turun ke Desa Toineke untuk duduk kembali bersama masyarakat adat Toineke. Dirinya berharap, penandatanganan MoU tersebut bisa segera terwujud karena akan memberikan dampak ekonomi tidak hanya untuk daerah tetapi juga untuk masyarakat Desa Toineke.

"Kita akan turun pastikan kembali yang tolak ini pemilik lahan atau tidak. Kalau bukan pemilik lahan maka kita akan jadwalkan kembali untuk segera tanda tangan MoU nya. Investasi ini keuntungannya bukan hanya untuk daerah tapi untuk masyarakat Toineke juga," jelasnya.

Diberitakan pos Kupang sebelumnya, Penandatanganan MoU tambak garam antara PT Tamaris Garam Nusantara dengan lembaga adat Desa Toineke yang semestinya berlangsung pada Senin (9/3/2020) di hotel Blessing gagal terwujud. Pasalnya, ada kelompok dalam lembaga adat yang masih menolak MoU tersebut.

Kegagalan penandatanganan MoU ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada Agustus 2019 agenda yang sama juga urung dilaksanakan.

Wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, gagal penandatangan MoU tersebut dipicu adanya pro dan kontra di dalam lembaga masyarakat adat. Hal ini disebabkan kareb kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemda. Maupun PT Tamaris Garam Nusantara.

BREAKING NEWS : Cabuli Mahasiswinya, Dosen di Kupang Dilaporkan ke Polisi

Jadwal Acara TV Malam Ini Selasa (10/3/2020), Spesial Korean Wave NCT Dream pukul 20:00 WIB di Trans

Setelah Batal Nikahi Pramugari Cantik, Sule Tunggu Restu Anak Untuk Lepas Statu Duda, Trauma?

Oleh sebab itu, sesuai kesepakatan Pemda dan PT Tamaris akan kembali melakukan sosialisasi dan duduk bersama dengan pihak yang pro maupun kontra guna mencari sosialisasi terbaik. (Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved