Herry : Perlu Ada Keseriusan Penanganan Mitigasi Bencana di Lokasi Wisata
pengelola tempat wisata dan Wisatawan perlu diberi informasi dan jaminan terkait dengan mitigasi bencana pada destinasi pariwisata.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Herry : Perlu Ada Keseriusan Penanganan Mitigasi Bencana di Lokasi Wisata
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Nas menimpa Grace Subyanto ibu cantik 32 tahun asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, tewas diseret banjir di air terjun Waimarang, di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (9/3/2020) pada pukul 12.00 Wita.
Bukan hanya peristiwa ini saja, sekitar bulan September 2019 lalu juga seorang pengujung tewas seusai terjatuh dan tenggelam di Air Terjun Tanggedu, Desa Persiapan Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.
Berkaca dari peristiwa-peristiwa ini Sekertaris Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur, Herry Ratucoreh kepada POS-KUPANG.COM melalui pesan WatsApp, Selasa (10/3/2020) mengatakan, perlu ada keseriusan penanganan mitigasi bencana. Hal ini nenurutnya sangat penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.
"Berkaca pada 2 kejadian di lokasi wisata air terjun Tanggedu dan Waimarang. Keseriusan penanganan mitigasi bencana sangat penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata,"tulis Herry di pesan WatsApp.
Menurut Herry, pengelola tempat wisata dan Wisatawan perlu diberi informasi dan jaminan terkait dengan mitigasi bencana pada destinasi pariwisata.
Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono, S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur, AKP I Made Murja ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2020) pagi menjelaskan, pada hari Senin, tangga 09 maret 2020 sekitar pukul 12 Wita, korban Greace Subyanto bersama empat orang lainya Frans Julius (34), Suci Wijaya (31), Rusije (34) dan Audric Irawan Tedjokusumo (33). Kelimanya hendak melakukan rekreasi di air terjun Waimarang.
Saat tiba di lokasi, jelas Made, korban bersama empat orang tersebut sempat diminta oleh warga yg berjualan di lokasi tersebut atas nama Alvina Konganaha untuk tidak ke lokasi air terjun karena saat itu sedang turun hujan sehingga dikhawatirkan terjadi banjir. Namun, korban bersama empat orang tersebut tetap memaksa untuk turun ke lokasi air terjun tersebut.
Selang satu jam kemudian warga yang biasa berjualan di lokasi parkiran merasa khawatir sama kelima orang tersebut sehingga memutuskan untuk turun ke lokasi destinasi wisata air terjun Waimarang itu. Warga kemudian menemukan dari kelima orang tersebut tersisa empat orang sedang berlindung di pinggir kali.
Keempat orang tersebut kemudian menyampaikan kalau satu temannya yakni korban tidak ada alias hilang. Kemudian warga kembali ke lokasi parkiran dan mencari pertolongan.
Selang beberapa menit kemudian, datang suami dari saksi tersebut Dominggus Laki Ruda dan mengajak anaknya Erikson H. Hamapinda serta kakeknya untuk bantu melakukan pencarian korban yang hilang.
Sekitar pukul 17.00 Wita, kata Made, anak dari saksi bernama Erikson bersama kakeknya menemukan korban dalam keadaan tersangkut pada batu ditengah kali yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi air terjun tempat korban dan temannya mandi.
Selanjutnya menyampaikan ke orangtuanya dan warga lainnya bahwa korban sudah ditemukan, kondisi korban saat ditemukan dalam posisi kepala berada dalam air, kaki berada diatas permukaan air dengan kondisi sudah tidak berkesan hanya tersisa bra yang ada ditubuh korban.
Selanjutnya, jelas Made, pukul 17.15 wita anggota Polsek Umalulu tiba di lokasi kejadian dan langsung ke tempat ditemukan korban, saat itu warga sedang mengevakuasi korban dari dalam kali.
Dengan dibantu warga setempat, anggota Polsek berusaha membawa korban ke lokasi parkiran dengan cara memikul menggunakan sarung dan kayu yang dipikul secara bergantian dengan kondisi jalan yang sempit, licin dan terjal.