Salam Pos Kupang

Belajar dari Masker dan Corona

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul belajar dari masker dan virus corona

Belajar dari Masker dan Corona
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul belajar dari masker dan virus corona

POS-KUPANG.COM - DITENGAH situasi kecemasan yang berpotensi kepanikan warga oleh ancaman virus corona, publik disuguhkan fakta miris perilaku oknum-oknum yang mencoba mencari untung dari tingginya permintaan masker.

Apapun alasannya, entah itu untuk kebutuhan sendiri dan apalagi untuk keuntungan ekonomi, tindakan membeli atau `menumpuk' masker dalam jumlah yang tidak wajar sangatlah tidak dibenarkan. Bahkan media melaporkan ribuan masker yang ditumpuk atau dibeli untuk dikirim keluar daerah dan luar negeri, yang tentu nilai jual masker ini akan melambung jauh dan memberikan keuntungan yang berlipat ganda.

Bupati Niga Senang Gubernur Kucurkan Dana untuk Jalan Provinsi di Sumba Barat

Perilaku lain adalah menaikan harga masker yang semula dibawah Rp 5000 rupiah menjadi ratusan ribu rupiah. Lebih miris lagi, ada yang menangkap peluang mendirikan pabrik pembuatan masker secara illegal yang tidak memenuhi standar kesehatan. Semuanya ini, memanfaatkan kondisi cemas dan panik masyarakat.

Kita patut memberikan apresiasi atas kesigapan pemerintah dan aparat yang segera menertibkan penumpukan masker bahkan menangkap para pelaku yang tega bermain di air keruh untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya.

Kepala Imigrasi Atambua KA Halim Minta Masyarakat Wini-Indonesia Tidak Panik

Tindakan tim gabungan yang mengamankan delapan koli masker seperti dilansir Pos Kupang patut diacungkan jempol. Tindakan ini harus diikuti dengan sanksi tegas terhadap para pelaku agar ada efek jera untuk tidak bermain di air keruh ditengah kepanikan warga.

Kontrol pemerintahpun sangat penting terhadap upaya menaikan harga secara tidak wajar ditengah permintaan dan kebutuhan masker yang terus meningkat.

Banyak kalangan mungkin beralasan itu hal yang wajar sesuai hukum ekonomi atau hukum pasar. Harga barang akan naik ketika permintaan pasar atau konsumen meningkat. Namun, dari pengalaman masker dan corona ini, kita patut belajar bagaimana kehadiran dan ketegasan negara dalam mengatur, melindungi dan menjaga kestabilan harga barang kebutuhan dasar atau barang yang menentukan hayat hidup orang banyak adalah sebuah keniscayaan.

Tindakan suka-suka menaikan harga barang atau juga menumpuk barang-barang kebutuhan pokok atau mendesak harus ditertibkan dan ditindak tegas. Masih sering kita saksikan ketidaktegasan dan bahkan absennya negara ketika orang seenaknya menaikan harga barang pokok ketika menjelang hari raya. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kehabisan stok bahan bakar alias langka, tapi penjualan bahan bakar dipinggir jalan tetap ramai dengan harga yang bervariasi sesuai kondisi.

Pengalaman masker dan corona ini, menjadi moment belajar bagi kita semua dan terutama pemerintah bahwa terhadap barang-barang kebutuhan yang terbatas, negara perlu mengatur, mengontrol atau mengawasi secara ketat serta menindak tegas pihak-pihak yang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.*

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved