Cerita Kepsek SMPN 1 Nubatukan Menguak Adanya Grup Online Maksiat di Lembata

Saat pertama kali menjadi kepala sekolah pada 2018, dia sadar aturan penggunaan ponsel di sekolah masih longgar.

KOMPAS.com/Thinkstock/AndreyPopov
Ilustrasi pornografi 

Cerita Kepsek SMPN 1 Nubatukan Menguak Adanya Grup Online Maksiat di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Kepala SMP Negeri  1 Nubatukan Melkior Muda Making berhasil menguak adanya grup online maksiat di Lembata yang juga melibatkan para pelajar SMP dan SMA.

Dibantu tim IT sekolah yang mumpuni dan laporan dari siswa, lebih jauh Melkior akhirnya sadar kemudahan mengakses internet dan lemahnya pengawasan orangtua turut menjadi sebab para pelajar mengakses konten-konten pornografi dan pornoaksi.

Dia pun mengambil langkah cepat membatasi peserta didiknya mengakses internet di sekolah.

Ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2020), Melkior merunut usahanya menguak adanya grup maksiat tersebut.

Saat pertama kali menjadi kepala sekolah pada 2018, dia sadar aturan penggunaan ponsel di sekolah masih longgar.

Pihak sekolah pun langsung melakukan sosialisasi kepada orangtua perihal penggunaan android oleh para pelajar. Meski dia mengakui melarang sepenuhnya siswa memakai ponsel juga tentu tak dibenarkan karena mereka perlu tahu yang namanya literasi digital.

Sekolah pun mengeluarkan aturan peserta didik diizinkan memakai ponsel dan mengakses internet sekolah hanya pada hari Sabtu.

Seiring berjalannya waktu, Melkior dan para guru menemukan beberapa persoalan yang diadukan ke guru konseling ternyata bermula dari percakapan-percakapan para siswa di media sosial. Misalnya, ada siswa yang mengadu diejek dan dihina melalui inbox Facebook.

"Kayaknya ini kalau kita serius, mungkin kita bisa temukan yang lebih besar dari ini," kenangnya.

Para guru pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengecek konten-konten yang ada di dalam ponsel milik siswa. Pada sidak pertama yang dilakukan oleh tim kesiswaan, banyak siswa yang menyembunyikan ponsel mereka dengan berbagai cara karena panik.

Halaman
1234
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved