Salam Pos Kupang

Jangan Panik

Ayo mari membaca dan simaklah isi Salam Pos Kupang berjudul jangan panik

Jangan Panik
Dok
Logo Pos Kupang

Ayo mari membaca dan simaklah isi Salam Pos Kupang berjudul jangan panik

POS-KUPANG.COM - BEGITU Presiden Indonesia, Joko Widodo Senin (2/3) mengumumkan secara resmi adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) di Depok diketahui menderita penyakit Corona (Covid 19), jagat dunia maya Indonesia menjadi riuh.

Pengumuman itu menjadi trending topik dan menjadi bahan berita yang terus dicari warga. Hampir semua media berupaya menampilkan informasi terbaru tentang kasus tersebut.

Jalan Fatumnasi-Nenas Kapan Dikerjakan, Ini Tanggapan Bupati TTS

Berbagai postingan baik yang positif dan negatif berseliweran di dunia maya. Postingan yang benar dan hoax silih berganti. Para pembaca pun langsung membagikan link berita ke rekan-rekan, saudara di grup-grup WhatsApp (WA) tanpa lagi mengecek kebenaran informasi tersebut. Pokoknya jagat Indonesia kemarin menjadi panik.

Kepanikan juga terlihat di super market-super market di tanah air. Ada warga yang memborong masker hingga bahan makanan untuk disimpan. Antrean di tempat-tempat perbelanjaan cukup panjang. Pokoknya semua warga panik. Apalagi warga Depok yang disebut tempat tinggal dari dua warga yang terkena Corona atai Covid 19 yang diumumkan Presiden.

Mencari Keuntungan dari Virus Corona

Haruskah kita panik? Semestinya hal itu tidak perlu terjadi. Sebab, kepanikan dapat membuat takaran rasionalitas kita menjadi berkurang. Padahal dalam kondisi seperti ini kecerdasan kita memaknai setiap berita yang berseliweran sangatlah diperlukan.
Dalam situasi seperti sekarang ini dibutuhkan sikap pembaca yang cerdas. Jangan terlalu mudah untuk meneruskan informasi yang tidak jelas sumbernya. Tidak jelas medianya. Dengan menjadi pembaca yang cerdas maka kita sudah menjadi orang yang ikut menenangkan warga.

Kepanikan juga terjadi di NTT, Selasa (3/3) dengan beredarnya postingan di media sosial (medsos) bahwa ada dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang kabarnya diisolasi di RSUD WZ Johannes Kupang karena diketahui menderita Covid 19. Informasi ini begitu masih beredar dan dibagikan dari satu grup WA ke grup WA lainnya.

Selain panik karena adanya dua penderita tersebut tetapi di sisi lain juga terjadi kepanikkan karena berbagai rumah sakit di NTT, termasuk dua rumah sakit rujukan penyakit Corona yaitu RSUD WZ Johannes Kupang dan RSUD Hillers di Maumere belum siap dari sisi sarana dan prasarana.

Bisa dibayangkan betapa mengerikan jika penyakit tersebut benar-benar sampai di NTT.

Jika kondisi sarana dan prasarana kita belum terlalu siap maka sudah saatnya Pemprov NTT dan Pemkab/kota untuk sigap melengkapi berbagai sarana dan prasarana di rumah sakit-rumah sakit tersebut.

Pemerintah jangan ikut panik dan gelagapan. Pemerintah harus tampil paling depan untuk menenangkan masyarakat dengan segera menata dan melengkapi fasilitas-fasilitas rumah sakit. Peralatan-peralatan yang belum ada segera dilengkapi sehingga ruang isolasi yang dibuat dan tenaga medis yang disiapkan betul-betul mampu menangani pasien yang diserang corona.

Hanya dengan tindakan nyata dari pemerintah itulah yang dapat meredam kepanikan warga sekarang ini. Sebab, himbauan-himbauan yang terkesan klise tanpa adanya tindakan nyata tidak akan meredakan kepanikan warga.

Sebab, setelah penyakit yang telah merenggut 3.000 lebih warga dunia ini dipastikan sudah masuk ke Indonesia maka itu berarti hanya menunggu waktu saja untuk tiba di NTT. Apalagi warga NTT masih sangat banyak berada di Batam yang merupakan daerah perbatasan negara yang sudah diumumkan telah diserang corona seperti Singapura dan Malaysia.

Tidak saatnya lagi untuk memberi himbauan-himbauan tetapi menyiapkan berbagai fasilitas di ruang isolasi sudah menjadi keharusan. Cepat atau lambat penyakit ini akan tiba di NTT. Oleh kareba itu kesiapsiagaan pemerintah harus direalisasikan untuk meyakinkan warga bahwa NTT siap menangani penderita yang diketahui diserang virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Hongkong tersebut. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved