Paus Frasiskus Jadi Korban Virus Corona Ternyata Hoaks, Tetap Pimpin Misa Pagi

Paus Frasiskus Jadi Korban Virus Corona Ternyata Hoaks, Tetap Pimpin Misa Pagi Paus Frasiskus Jadi Korban Virus Corona Ternyata Hoaks, Tetap Pimpin Mi

Editor: Alfred Dama
ABC News
Paus Fransiskud saat menyeka hidung 

Paus Frasiskus Jadi Korban Virus Corona Ternyata Hoaks, Tetap Pimpin Misa Pagi 

POS KUPANG.COM -- Italia merupakan negara di luar Tiongkok yang mengalami penyebaran tertinggi virus corona

Bahkan di sejumlah kota di negeri Pizza tersebut sudah ditutup oleh otoritas negara tersebut untuk mencegah meluaskanya virus yang mematikan tersebut

Seiring dengan virus corona yang merebak di Italia , beredar juga kabar mengenai virus corona juga sudah diderita Paus Fransiskus  

Isu Paus Fransiskus terinfeksi virus corona, Vatikan beri bantahan tegas, tetap pimpin Misa pagi.

Sebuah situs internet MCM News mengabarkan bahwa Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, positif terinfeksi virus corona.

Portal itu melontarkan publikasi bahwa tidak hanya Paus yang terinfeksi Corona.

Paus Fransiskus menghadiri Rabu Abu di Basilika Saint Sabina, Roma, Rabu (26/2/2020).
Paus Fransiskus menghadiri Rabu Abu di Basilika Saint Sabina, Roma, Rabu (26/2/2020). ((FABIO FRUSTACI))

Dua pembantunya juga disebut tertular virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

"Tiga kasus itu menambah lebih dari 400 kabar infeksi yang terjadi di Italia dalam sepekan terakhir," demikian dikutip dari Kompas.com.

Kabar itu bermula setelah Paus Fransiskus diketahui batuk dan menyeka hidungnya ketika memimpin Misa Rabu Abu di Roma (26/2/2020).

Paus berusia 83 tahun tersebut mengalami bersin dan batuk-batuk setelah menemui umat di Lapangan Santo Petrus.

Paus Fransiskus menghadiri Rabu Abu di Basilika Saint Sabina, Roma, Rabu (26/2/2020)
Di acara tersebut, Kepala Negara Vatikan ini bersalaman dan mencium kepala beberapa umatnya.

Kemudian, dia juga memberikan dukungannya bagi penderita virus corona.

"Saya berharap, sekali lagi, untuk mengungkapkan dukungan saya bagi penderita virus corona maupun pekerja medis yang merawat mereka," jelasnya.

Pada Rabu, Paus Fransiskus tampak menggigil dan berbicara dengan suara agak serak.

Ia juga dikabarkan batuk-batuk dalam misa Rabu Abu.

Karena kondisinya tersebut, Sri Paus dilaporkan harus membatalkan sejumlah acara yang dihelat pada Kamis (27/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020).

Kritik Polisi Demokrat, Ungkit Kata Anies Air Hujan Dimasukkan ke Bumi bukan ke Laut,Logika Sesat

Istri Nikmati Berhubungan Badan dengan Selingkuhan Saat Suami ke Sawah, Akhir Tragis Suami Brondong

Artis Cantik Disebut Nikah dengan Suami Orang, Tampar Suami 8 Jam Usai Akad Nikah,Nyesal Tak Bahagia

Direktur Kantor Pemberitaan Takhta Suci Vatikan, Matteo Bruni, menegaskan bahwa Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio tidak terkena Covid-19.

Dilansir Vatican News Sabtu (29/2/2020), Bruni menyatakan bahwa Paus yang berasal dari Argentina itu tengah mengalami "tidak enak badan".

Meski begitu, dia tetap memimpin misa pagi di kapel wisma tamu Santa Marta, tempatnya tinggal selama ini, pada Sabtu waktu setempat.

Baca: Kakek 103 Tahun Nikahi Gadis 30 Tahun, Sosok Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Dijodohkan Keluarga

Baca: Merasa Dikhianati Muhyiddin Yasin yang Kini Jadi PM Malaysia, Mahathir Mohamad Siap Melawan

Dia kemudian melanjutkan agendanya melakukan audiensi dengan sejumlah tokoh gereja.

Termasuk tiga uskup agung dari luar Italia.

Namun, dia terpaksa membatalkan kegiatan audiensi kelompok, di mana salah satu partisipan adalah he Legionaries of Christ.

"Tidak ada bukti yang akan mengarah kepada diagnosa serius apa pun kecuali bahwa beliau mengalami kondisi yang kurang sehat," jelas Bruni.

Paus Fransiskus Seka Hidung dan Batuk Saat Beri Dukungan ke Penderita Virus Corona

Paus Fransiskus dikabarkan sedang tidak enak badan dan membatalkan sebuah acara di basilika Roma, di tengah wabah virus corona yang sedang melanda Italia.

Dilansir dari Reuters Kamis (27/2/2020) pihak Vatikan mengatakan, meski beliau sedang tidak enak badan tapi masih menjalankan sisa jadwal kegiatan di kediamannya.

"Karena sedang sakit ringan, beliau memilih tinggal di Santa Maria," ucap pihak Vatikan, dikutip dari Kompas.com.

Santa Maria merupakan wisma tamu tempat Paus berusia 83 tahun itu tinggal.

"Semoga kegiatan-kegiatan segera berjalan secara teratur lagi," lanjut juru bicara bernama Matteo Bruni tersebut.

Laporan dari Daily Mail menyebutkan, Paus Fransiskus mengalami bersin dan batuk-batuk setelah menemui umat di Lapangan Santo Petrus.

Di acara itu, imam yang berasal dari Serikat Yesuit ini bersalaman dan mencium kepala beberapa umatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio itu memberikan dukungannya kepada penderita virus corona.

"Saya berharap, sekali lagi, untuk mengungkapkan dukungan saya bagi penderita virus corona pekerja medis yang merawat mereka," jelasnya.

Dari gambar yang diunggah Reuters, terlihat Paus Fransiskus mendatangi umatnya tanpa alat perlindungan apa pun, bahkan masker pun tidak.

Kemudian pada Rabu (26/2/2020), Paus Fransiskus tampak menggigil dan berbicara dengan suara agak serak.

Ia juga dikabarkan batuk-batuk pada suatu sore dalam misa Rabu Abu di sebuah gereja di Roma.

Kamis kemarin Paus Fransiskus dijadwalkan ke Basilika Santo Yohanes Lateran, untuk melakukan misa Prapaskah dengan para imam.

Agenda itu dibatalkan karena kesehatan Paus yang belum membaik.

Paus Fransiskus kehilangan satu paru-parunya saat berusia 20 tahun di Buenos Aires, Argentina, akibat menderita TBC.

Hal tersebut diungkap oleh penulis biografi Paus Fransiskus, Austen Ivereigh.

Paus ke-266 ini juga menderita beberapa sakit seperti di kaki dan linu pinggul, yang membuatnya harus menjalani terapi fisik secara teratur.

Dia pernah mengungkapkan, dirinya sulit sekali menaiki tangga.

Namun dengan kondisi itu Kepala Negara Vatikan ini masih sanggup melakukan perjalanan ke luar negeri sejak diangkat jadi pemimpin gereja Katolik pada 2013.

Clelia Manfelloti, gadis berusia 10 tahun yang menderita autisme. Clelia berlarian diatas panggung ketika Paus Fransiskus menyampaikan materi dalam audiensi mingguan pada 21 Agustus 2019 di Aula Paul VI, Vatikan. (Tangkap Layar Catholic News Service)

Virus corona di Italia telah menjangkiti lebih dari 400 orang dan menewaskan 12 jiwa.

Ini adalah angka penularan dan kematian terburuk di Eropa.

Sejumlah orang di Negeri "Pizza" terlihat mengenakan masker di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi hari Rabu (26/2/2020).

Kemudian layanan Rabu Abu dibatalkan atau dibatasi di wilayah Italia Utara, akibat penyebaran virus corona di negara pimpinan Giuseppe Conte tersebut.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Aditya Jaya Iswara)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved