Jumat, 5 Juni 2026

Ini Pengakuan Orangtua Siswa BSB Maumere ‘Diberi’ Feses

-Pasca viral pemberitaan puluhan siswa SMP Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere di Pulau Flores ‘diberikan’ feses ke mulut

Tayang:
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Stefanus, orangtua siswa kelas VII Seminari BSB Maumere, member keterangan kepada wartawan, Rabu (26/2/2020) siang di Maumere. 

Ini Pengakuan  Orangtua Siswa  BSB  Maumere ‘Diberi’ Feses

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Pasca  viral  pemberitaan  puluhan siswa   SMP  Seminari  Bunda  Segala Bangsa   (BSB)  Maumere di  Pulau Flores ‘diberikan’  feses  ke mulut  oleh  kakak kelas   XII,  Rabu    (26/2/2020)  siang, para orangtua  siswa  berdatangan  ke sekolah di   Jalan  Kimbang Buleng.

Mereka  dihantui  kekhawatiran akan   terjadi  sesuatu  yang lebih  buruk  terhadap anaknya.  Kedatangan  mereka untuk  mengetahui  kondisi anak-anaknya,  meski mereka belum diberi kesempatan bertemu langsung.

Para  orangtua siswa  kelas   VII  umumnya  datang  dari  luar  kota  Maumere. Terutama  kaum   ibu, begitu   menjejakan  kaki di halaman sekolah  air mata berlinang.   

“Anak   saya kena dibibir karena  dia  berusaha  melompat. Dia   berusaha  lari  tapi sudah  kena,” beber Stefanus. 

Sebelum  datang ke sekolah  Rabu  pagi, kata Stevanus,  Selasa   malam  ia mengubungi  iparnya   yang juga  punya  anak kelas VII  di  BSB.

“Dia   mengakui  benar (diberikan  feses). Anak  ipar saya  kena  di  gigi,” ujarnya.

Stefanus, domisili  di  Kecamatan  Magepanda  31  Km arah  utara  belum memutuskan apakah anaknya  tetap sekolah di BSB.

“Saya akan tanya  dulu  ke  dia (anak). Saya   tidak akan paksa. Kalau  dia mengalami  beban?  ujar Stefanus.

Menurut Stefanus, pemberian  feses  kepada siswa  kelas VII  karena  longgarnya peran  bapak asrama  yang kurang control, sehingga  siswa kelas   XII  mengambil tindakan sendiri.   Hal ini diakui   romo  pimpinan  dalam pertemuan dengan   Komisi   III  DPRD  Sikka.

Ketua   DPRD  Sikka, Donatus   David,  S.H,  usai pertemuan dengan   Praeses, RD. Adeodatus Duu,   Rabu siang menjelaskan  kehadiran      DPRD   untuk mengetahui  kejadian  yang sebenarnya seperti  yang  viral  di  media social.

“Kejadian sesungguhnya tidak  seperti   yang viral.  Yang  bikin  heboh  itu  berita makan. Hasil  klarifikasi   dengan penanggungjawab sekolah  menyatakan  ini  perlakukan  kakak  kelas kepada adik  kelas. Dia angkat  kotoran  ke mulut  adik  kelas,” kata  David.

“Kalau makan, berarti  masuk ke mulut  dan  ditelan.Tidak ada  masuk  ke mulut,” tandas  David..

Hasil   pertemuan ini, kata  David, penyelenggara  harus terbuka  tentang  metode  dan sistim  pembinaan dan koordinasi dengan pemerintah.   Lembaga jangan  jalan sendiri.

David  mengatakan,   lembaga  pendidikan    BSB mengakui kejadian  ini    berlangsung di luar kontrol.  PIhak  sekolah mengakui  kejadiannya,tapi  bukan dimakan.

Polisi Limpah Berkas Perkara Tahap Satu Kasus Kakek Cabuli Cucu Tirinya

Cek Jadwal Acara TV Hari Ini Kamis 27 Februari 2020 Terlengkap TRANS TV, RCTI, SCTV Hingga GTV

Pasca Pertemuan dengan Pihak sekolah, Orang Tua Harapkan Kejadian Tidak Terulang

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved