Ini Pengakuan Orangtua Siswa BSB Maumere ‘Diberi’ Feses
-Pasca viral pemberitaan puluhan siswa SMP Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere di Pulau Flores ‘diberikan’ feses ke mulut
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Ini Pengakuan Orangtua Siswa BSB Maumere ‘Diberi’ Feses
POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Pasca viral pemberitaan puluhan siswa SMP Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere di Pulau Flores ‘diberikan’ feses ke mulut oleh kakak kelas XII, Rabu (26/2/2020) siang, para orangtua siswa berdatangan ke sekolah di Jalan Kimbang Buleng.
Mereka dihantui kekhawatiran akan terjadi sesuatu yang lebih buruk terhadap anaknya. Kedatangan mereka untuk mengetahui kondisi anak-anaknya, meski mereka belum diberi kesempatan bertemu langsung.
Para orangtua siswa kelas VII umumnya datang dari luar kota Maumere. Terutama kaum ibu, begitu menjejakan kaki di halaman sekolah air mata berlinang.
“Anak saya kena dibibir karena dia berusaha melompat. Dia berusaha lari tapi sudah kena,” beber Stefanus.
Sebelum datang ke sekolah Rabu pagi, kata Stevanus, Selasa malam ia mengubungi iparnya yang juga punya anak kelas VII di BSB.
“Dia mengakui benar (diberikan feses). Anak ipar saya kena di gigi,” ujarnya.
Stefanus, domisili di Kecamatan Magepanda 31 Km arah utara belum memutuskan apakah anaknya tetap sekolah di BSB.
“Saya akan tanya dulu ke dia (anak). Saya tidak akan paksa. Kalau dia mengalami beban? ujar Stefanus.
Menurut Stefanus, pemberian feses kepada siswa kelas VII karena longgarnya peran bapak asrama yang kurang control, sehingga siswa kelas XII mengambil tindakan sendiri. Hal ini diakui romo pimpinan dalam pertemuan dengan Komisi III DPRD Sikka.
Ketua DPRD Sikka, Donatus David, S.H, usai pertemuan dengan Praeses, RD. Adeodatus Duu, Rabu siang menjelaskan kehadiran DPRD untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya seperti yang viral di media social.
“Kejadian sesungguhnya tidak seperti yang viral. Yang bikin heboh itu berita makan. Hasil klarifikasi dengan penanggungjawab sekolah menyatakan ini perlakukan kakak kelas kepada adik kelas. Dia angkat kotoran ke mulut adik kelas,” kata David.
“Kalau makan, berarti masuk ke mulut dan ditelan.Tidak ada masuk ke mulut,” tandas David..
Hasil pertemuan ini, kata David, penyelenggara harus terbuka tentang metode dan sistim pembinaan dan koordinasi dengan pemerintah. Lembaga jangan jalan sendiri.
David mengatakan, lembaga pendidikan BSB mengakui kejadian ini berlangsung di luar kontrol. PIhak sekolah mengakui kejadiannya,tapi bukan dimakan.
• Polisi Limpah Berkas Perkara Tahap Satu Kasus Kakek Cabuli Cucu Tirinya
• Cek Jadwal Acara TV Hari Ini Kamis 27 Februari 2020 Terlengkap TRANS TV, RCTI, SCTV Hingga GTV
• Pasca Pertemuan dengan Pihak sekolah, Orang Tua Harapkan Kejadian Tidak Terulang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stefanus-orangtua-siswa-kelas-vii-seminari-bsb-maumere.jpg)