DPRD TTU Minta Penegak Hukum Selidiki Proyek Pasar Rakyat Kefamenanu 2

Anggota DPRD TTU minta penegak hukum selidiki proyek Pasar Rakyat Kefamenanu 2

DPRD TTU Minta Penegak Hukum Selidiki Proyek Pasar Rakyat Kefamenanu 2
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Anggota DPRD Kabupaten TTU, Agustinus Sikki 

Anggota DPRD TTU minta penegak hukum selidiki proyek Pasar Rakyat Kefamenanu 2

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Agustinus Sikki meminta kepada aparat penegak hukum di daerah setempat supaya segera melakukan penyelidikan terkait dengan proyek pembangunan Pasar Rakyat Kefamenanu 2.

Pasalnya, gedung pasar yang terletak di kelurahan Kefa Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu itu sudah mulai mengalami kerusakan. Kerusakan mulai terlihat pada bagian plafon. Beberapa bagian plafon sudah terlihat sudah mulai roboh. Selain itu, di bagian dinding tembok juga sudah mulai mengalami keretakan.

Julie Sutrisno Laiskodat Dilantik Jadi DPR RI, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD NTT

Padahal, proyek senilai Rp. 5 miliar lebih yang bersumber dari APBN tersebut baru selesai dikerjakan oleh kontraktor pada tahun 2018 dan baru diserahterimakan kepada pemerintah daerah Kabupaten TTU pada November 2019 yang lalu.

"Kita meminta aparat penegak hukum dalam hal ini jaksa untuk segera melakukan penyelidikan kasus ini. Kalau ditemukan ada kerugian negara ya harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Agustina kepada Pos Kupang saat ditemui di Kefamenanu, Kamis (27/2/2020).

Bupati Sumba Barat Tawarkan Lokasi Eks Pasar Lama dan Kantor Daerah Lama Kepada Investor

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten TTU itu menduga bahwa proses pengerjaan proyek tersebut asal jadi dan tidak sesuai dengan RAB yang ada, sehingga membuat gedung pasar tersebut cepat mengalami kerusakan.

Politisi PKB itu juga menambahkan, sebelum diberitakan oleh media ini, dirinya juga sudah sempat melihat langsung gedung pasar tersebut, dan setelah melihat ternyata ada kerusakan terhadap plafon dan keretakan pada dinding.

"Gedung pasar itu kan belum digunakan tetapi plafon di bagian luar dan dalam juga sudah rusak. Oleh karena itu, kami meminta agar Disperindag TTU memanggil pihak ketiga supaya bisa diperbaiki," ungkapnya.

Selain itu, kata Agustinus, dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah agar segera memanfaatkan gedung tersebut untuk digunakan oleh para pedagang. Sebab jika dibiarkan secara terus menerus maka akan menjadi mubasir dan merugikan masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved