Soal 77 Siswa di Maumere Makan Kotoran Manusia, Simon Riwu Kaho Pertanyakan Pengawasan Kepsek

adanya hukum dengan memberi makan kotoran manusia adalah hal yang tidak terpuji, bahkan menodai sistem pendidikan di NTT

Soal 77 Siswa di Maumere Makan Kotoran Manusia, Simon Riwu Kaho Pertanyakan Pengawasan Kepsek
POS KUPANG/GECIO VIANA
Pengamat pendidikan NTT, Simon Riwu Kaho 

Soal 77 Siswa di Maumere Makan Kotoran Manusia - Simon Riwu Kaho Pertanyakan Pengawasan Kepala Sekolah

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Adanya peristiwa hukuman terhadap 77 siswa di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, membuktikan bahwa pengawasan Kepala Sekolah dan guru di patut dipertanyakan. Hukuman yabg dikenakan itu, sama sekali tidak manusiawi dan tidak mendidik.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan NTT, Drs. Simon Riwu Kaho ,Selasa (25/2/2020).

Menurut Simon, adanya kasus hukuman yang dijatuhkan kepada ke-77 siswa oleh pendamping atau senior di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere membuktikan bahwa pengawasan dari kepala sekolah dan para guru sangat lemah.

"Seharusnya kepala sekolah dan guru sudah tahu apa yang terjadi. Kalau saya duga kasus ini diketahui oleh guru. Apa ada kakak kelas beri hukuman kepada yunior tanpa sepengetahuan guru," tanya Simon.

Dia menjelaskan, adanya hukum dengan memberi makan kotoran manusia adalah hal yang tidak terpuji, bahkan menodai sistem pendidikan di NTT khususnya di Sikka.

"Saya hanya pertanyakan, kenapa sampai jenis hukuman itu dikenakan kepada 77 siswa. Apakah tidak ada cara lain dalam mendidik atau menegur siswa. Bagi saya jika dipukul sebagai teguran kalau ada siswa yang salah, itu kauh lebih bermartabat ketimbang memberi makan kotoran," katanya.

Simon juga mengatakan, kasus itu juga menambah keyakinan bahwa pendidikan karakter di NTT belum berjalan baik.

"Saya sering tekankan soal pendidikan karakter sangat penting. Pengetahuan juga penting, tapi amat penting itu karakter peserta didik harus dibentuk," katanya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat : Ini Isu yang Memalukan NTT

5 Kebiasaan yang Salah di Pagi Hari Yang Bikin Gagal Turunkan Berat Badan

Cari Tahu Penyebabnya ! Mengapa Ada Wanita Punya Libido Tinggi &Tak; Puas saat Berhubungan Intim

Dia mengakui, hukuman itu sama sekali hanya membuat siswa tidak mendapat hal positif. "Hukuman ini sudah tidak manusiawi lagi, karena itu saya harapkan Dinas Pendidikan Sikka dan juga pemerintah kabupaten dalam hal ini bupati harus ambil tindakan agar kedepan tidak terjadi lagi kasus seperti itu," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved