Dinas Peternakan Lembata Larang Warga Tidak Bawa Daging dan Olahan Daging Babi Dari Kupang

pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dua hari lalu yang juga membahas upaya pencegahan virus babi Afrika masuk ke Lembata.

Dinas Peternakan Lembata Larang Warga Tidak Bawa Daging dan Olahan Daging Babi Dari Kupang
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq

Dinas Peternakan Lembata Larang Warga Tidak Bawa Daging dan Olahan Daging Babi Dari Kupang

POS-KUPANG.COM |LEWOLEBA--Dinas Peternakan Kabupaten Lembata mengambil langkah tegas demi mencegah masuknya virus African Swine and Fever (ASF) dengan mengimbau masyarakat tidak membawa daging dan hasil olahan daging babi dari luar Lembata khususnya dari Kupang. Pasalnya, selama ini belum ditemukan adanya kasus virus babi di Lembata.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq menerangkan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dua hari lalu yang juga membahas upaya pencegahan virus babi Afrika masuk ke Lembata.

Secara masif pemerintah akan menyebarkan selebaran dan mengumumkan imbauan melalui rumah ibadah mengenai larangan membawa daging dan olahan daging babi dari luar Lembata.

"Sekarang yang kita jaga ini olahan daging babi dari Kupang yakni daging se'i, kecap babi, roti babi dan daging babi kalau orang pulang pesta dari sana misalnya," ungkap Kanis di Kantor Dinas Peternakan pada Rabu 26 Februari 2020.

Lebih lanjut, Kanis menyebutkan olahan daging babi yang harus dijaga supaya tidak masuk ke Lembata.

Pihaknya juga akan menyebarkan selebaran bahwa siapa saja yang baru saja melakukan perjalanan dari Kupang, tidak boleh membawa daging babi atau olahan daging babi dari Kupang, mengingat ada dugaan virus berbahaya itu sudah sampai di Kupang.

"Tidak boleh bawa dari Kupang atau dari daratan Flores ini. Dari luar juga tidak boleh bawa masuk," katanya sembari menambahkan pemerintah juga akan menyebar leafleat, spanduk dan baliho peringatan bahaya virus babi di tempat-tempat publik termasuk di kapal-kapal penyeberangan laut.

Selain upaya vaksinasi kekebalan tubuh dan pengobatan babi, warga juga diharapkan menjaga masuknya virus babi dari luar Lembata. Menurut Kanis virus ini sangat rentan menyebar bila sudah masuk ke Lembata.

Perlintasan WNI Ilegal Jadi Sorotan Pemerintah Timor Leste

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat : Ini Isu yang Memalukan NTT

Cari Tahu Penyebabnya ! Mengapa Ada Wanita Punya Libido Tinggi &Tak; Puas saat Berhubungan Intim

Disebutkan, virus ASF ini lebih ganas dari penyakit hog cholera karena menyerang secara membabi buta.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved