SP Online Cocok Bagi Warga Sibuk

SP online ini sudah dimulai sejak 15 Februari 2020 dan akan berakhir pada 31 Maret 2020.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto SP Online Cocok Bagi Warga Sibuk
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Darwis Sitorus

SP Online Cocok Bagi Warga Sibuk

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online sangat cocok bagi warga atau penduduk yang sibuk. SP online ini sudah dimulai sejak 15 Februari 2020 dan akan berakhir pada 31 Maret 2020.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus,S. Si, M. Si usai melakukan pendampingan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam melakukan SP online di Ruang Kerja Gubernur NTT, Senin(24/2/2020).

Menurut Darwis, SP 2020 ini sangat cocok bagi masyarakat yang sibuk, karena tidak akan direpotkan dengan kunjungan petugas.

"Jadi SP Online ini sangat bermanfaat bagi warga yang sibuk," kata Darwis.

Dijelaskan, SP online ini diluncurkan pada 15 Februari 2020, timnya sudah turun hampir 80 persen di Perangkat Daerah, instansi vertikal, BUMN dan BUMD. "Adanya instruksi dari Gubernur NTT yang ditujukan kepada para bupati/walikota, intansi vertikal dan BUMN/BUMD untuk mensukseskan sensus penduduk online," katanya.

Dikatakan, onstruksi dari Gubernur NTT ini sangat signifikan dalam membantu semua pihak dan diharapkan sebagai ASN serta orang-orang yang menjadi contoh serta ditambah dengan kombinasi dan seluruh strategi bisa melakukan SP online dan membantu masyarakat NTT agar dapat maksimal dalam melakukan SP Online.

Dikatakan, Jikalau ini berhasil, pendataan tidak perlu sensus lagi.

Sudah registrasi, sudah gampang. Masyarakat sendiri yang langsung mengupdate dirinya. Data ini merupakan kerjasama kita dengan Kemendagri," ujarnya..

Lebih lanjut dikatakan, pendataan ini, akan menghemat pengeluaran negara yang mencapai triliunan untuk lakukan sensus ke depannya.

"Juga mengatasi perbedaan data Dukcapil dan BPS. Kebutuhan kemendagri dan kebutuhan kita sebagai peneliti berbasis data yang sama. Kalau dulu ada perbedaan antara Dukcapil dan BPS. Karena pendekatannya berbeda. Tapi dengan sistem ini sudah bisa mengatasi perbedaan itu," ujarnya.

Badan Diklat Dukung Kejati NTT dan Jajaran Wujudkan WBK/WBBM

Terima kunjungan Parmusi NTT, Ini pesan Danrem 161/Wira Sakti

Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit GERD, Simak 5 Tips untuk Mencegahnya

Miliki 3 Anak, Mona Ratuliu Bagikan Tips Jitu dalam Menghadapi si Buah Hati yang Bad Mood

Terkait sensus offline, ia mengakui, pada Bulan Juli 2020 akan lakukan verifikasi lagi dengan sistem combine.

"Ada petugas yang masih tetap gunakan online dan daerah-daerah yang belum terakses internet, petugas gunakan kuesioner," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved