Mengaku Salah Jadwalkan, Komisi 1 DPRD TTS Batal Klarifikasi ke Boentuka

Sesuai agenda seharusnya hari ini, Senin (24/2/2020) Komisi 1 DPRD TTS melakukan klarifikasi lapangan ke Desa Boentuka

Mengaku Salah Jadwalkan, Komisi 1 DPRD TTS Batal Klarifikasi ke Boentuka
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Ketua komisi II DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan 

POS-KUPANG.COM | SOE - Sesuai agenda seharusnya hari ini, Senin (24/2/2020) Komisi 1 DPRD TTS melakukan klarifikasi lapangan ke Desa Boentuka sebagai tindak lanjut pasca menerima pengaduan warga terkait dugaan penyalahgunaan dana desa. Namun sayangnya, agenda tersebut urung terlaksana.

Ketua Komisi 1 DPRD TTS, Uksam Selan yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM membenarkan jika komisi 1 batal melakukan klarifikasi lapangan ke Desa Boentuka.

Ia menyebut, dirinya salah menjadwalkan waktu klarifikasi lapangan tersebut. Pasalnya, pada hari yang sama anggota komisi 1 sudah lebih dahulu dijadwalkan untuk melakukan sosialisasi Perda di dapil masing-masing.

Sosialisasi di Lembata, Ramadhan: Universitas Muhammadiyah Kupang Kampus Multikultural

"Saya salah jadwalkan. Ini hari semua anggota ada turun ke dapil masing-masing untuk sosialisasi Perda kakak," tulis Uksam dalam pesan WhatsApp yang diterima POS- KUPANG.COM.

Anggota Komisi 1 DPRD TTS, Thomas Lopo yang ditemui di gedung DPRD Kabupaten TTS mengaku, dirinya tidak bisa mengikuti klarifikasi lapangan ke Desa Boentuka karena ada kegiatan lain. Oleh sebab itu, terkait hasil klarifikasi seperti apa ia meminta awak media untuk langsung mengkonfirmasi ketua komisi.

Di Nagekeo Kampung Pajoreja Menuju Digitalisasi Eco Tourism

"Nanti langsung dengan pak Uksam saja. Soalnya saya tidak bisa ikut ke Boentuka," ujarnya singkat.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, pada Senin (17/2/2020) beberapa warga desa Boentuka mendatangi komisi 1 DPRD TTS guna mengadukan dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana desa.

Mulai dari adanya pekerjaan tidak melalui proses Musrembangdus tetapi langsung dikerjakan, proses Musrembangdes yang tidak melibatkan seluruh komponen masyarakat, pembangunan embung, jalan, rabat, perpipaan, kebun yang diduga bermasalah dan beberapa pengaduan lainnya.

"Warga yang mengaduh membawa serta beberapa foto bukti pekerjaan yang diduga bermasalah. Oleh sebab itu, esok rencananya akan kita cek kondisi fisik di lapangan seperti apa," ujar Uksam. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved