Soal Gotong Jenazah Seberangi Sungai : DPRD NTT Minta Pemkab Nagekeo Perlu Cari Solusi

Soal gotong jenazah seberangi sungai: DPRD NTT minta Pemkab Nagekeo perlu cari solusi

Soal Gotong Jenazah Seberangi Sungai : DPRD NTT Minta Pemkab Nagekeo Perlu Cari Solusi
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Mercy Piwung 

Soal gotong jenazah seberangi sungai: DPRD NTT minta Pemkab Nagekeo perlu cari solusi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Kabupaten Nagekeo ( Pemkab Nagekeo) dan DPRD setempat perlu mencari dan memikirkan solusi bagi warga Desa Alorawe yang selama ini sulit melakukan aktivitas terutama jika musim hujan, karena harus melewati Sungai Lowo Sesa.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal Nagekeo, Thomas Tiba ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat (21/2/2020).

Tembakan Salvo Iringi Pemakaman Praka Yanuarius Loe

Thomaa dikonfirmasi terkait adanya jenazah yang digotong oleh warga melewati Sungai Lowo Sesa menuju Desa Alorawe.

Menurut Thomas, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten sehingga selaku wakil rakyat tingkat Provinsi NTT ikut memberi masukan agar pemerintah kabupaten bisa mencari solusi.

"Saya juga sudah nonton video itu dan saya rasa sangat iba dan sedih. Apa yang dialami warga itu tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Karena merupakan kewenangan kabupaten maka kami hanya bisa memberi masukan dan saran, " kata Thomas.

Dua Korban Selamat Disambar Petir yang Dirawat RSUD SoE Telah Diizinkan Pulang

Dia menjelaskan, selama ini akses ke Alorawe hanya bisa ditempuh melalui sungai tersebut dan ketika musim hujan, memang agak sulit karena sering terjadi banjir.

"Memang ada jalan darat tapi sangat jauh sekali jika dibandingkan kalau melewati sungai. Sedangkan,jika hendak bangun jembatan, maka tentu butuh biaya besar, sebab sungai ini cukup lebar," katanya.

Dikatakan, salah satu cara yang bisa ditempuh, yakni Pemkab dan DPRD Nagekeo perlu melakukan komunikasi dengan Pemprov NTT dan Pemerintah pusat agar memikirkan solusi.

"Jangan kita lihat berapa banyak warga yang tinggal di Alorawe itu, tapi pemerintah atau negara wajib hadir untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Dia mengakui, komunikasi Pemkab dan DPRD Nagekeo dengan Pemprov maupun pemerintah pusat perlu agar ada solusi.

"Memang ada dana dari Pemprov NTT berupa dana bagi hasil pajak, namun tidak bisa digunakan sendiri untuk membangun jembatan, tanpa ada intervensi pemerintah pusat," ujarnya.

Mercy Piwung Anggota DPRD NTT asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka mengatakan, warga yang menggotong jenazah melewati sungai itu cukup memrihatinkan,karena itu, sebagai wakil rakyat, dirinya mengharapkan ada perhatian pemerintah sesuai kewenangan.

"Pemerintah perlu serius memperhatikan persoalan ini sesuai dengan kewenangan masing-masing," kata Mercy. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved