Ternak Babi Mati Mendadak di TTU
Bupati Raymundus Minta Warga Segera Pisahkan Babi Sehat dari Babi Sakit
Soal ternak babi mati mendadak di TTU, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes minta warga segera pisahkan babi sehat dari babi sakit
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Soal ternak babi mati mendadak di TTU, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes minta warga segera pisahkan babi sehat dari babi sakit
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara ( Pemkab TTU) terus berupaya untuk dapat mengatasi masalah ratusan ternak babi di daerah tersebut yang mati secara mendadak.
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengatakan, selain mengirim sampel ke laboratorium peternakan di Medan, dirinya sudah memerintahkan kepada warga agar memisahkan ternak babi yang sehat dari babi yang sakit.
• Bupati TTU Sebut Sudah 120 Ekor Ternak Babi di TTU Mati Mendadak
"Jadi harus dipisahkan ternak babi yang sehat dari ternak babi yang sakit," ungkap Raymundus kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (21/2/2020).
Raymundus mengatakan, untuk ternak babi yang sehat dan sakit, pihaknya hanya dapat memberikan vitamin. Hal tersebut karena hasil diagnosanya belum tuntas.
"Jadi kita mau memberikan obat juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah," ungkapnya.
• BREAKING NEWS: Warga TTU Keluhkan Ternak Babi Mati Mendadak
Oleh karena itu, langkah yang diambil, kata Raymundus, yakni meminta kepada para peternak babi supaya dapat memisahkan antara ternak sehat dan ternak sakit.
Raymundus juga meminta kepada, para peternak supaya memberikan makanan kepada ternaknya secara teratur, karena pola makan sangat berpengaruh terhadap ketahanan tubuh ternak.
"Jadi pola makan dan pemeliharaannya harus dilakukan secara baik," terangnya.
Selain itu, Bupati TTU dua periode itu meminta kepada para peternak supaya membersihkan kandang ternak secara rutin.
"Kelembaban jangan terlalu tinggi, sehingga mengundang bakterinya banyak. Jadi harus dibersihkan terus kandangnya," pungkasnya.
Dikatakannya, untuk intervensi jangka panjang, pihaknya akan rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak milik warga.
Meski demikian, masih banyak warga yang tidak ingin jika ternaknya di vaksin oleh petugas dari dinas kesehatan.
"Kendalanya di situ. Jadi kalau ternak tidak divaksin pasti rentan terhadap penyakit. Apalagi dengan pola ternak yang mandiri," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/breaking-news-warga-ttu-keluhkan-ternak-babi-mati-mendadak.jpg)