AHY Merinding Ingat Petuah Sang Ibu Ani Yudhoyono

Pemimpin Redaksi (Pimpred) Harian Pagi Pos Kupang, Hasyim Ashari berkesempatan mewawancarai politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY Merinding Ingat Petuah Sang Ibu Ani Yudhoyono
pos-kupang.com
Pemimpin Redaksi (Pimpred) Harian Pagi Pos Kupang, Hasyim Ashari (kanan) saat mewawancarai politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Bandara El Tari Kupang, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemimpin Redaksi (Pimpred) Harian Pagi Pos Kupang, Hasyim Ashari berkesempatan mewawancarai politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bertempat di Bandara El Tari Kupang, Rabu (19/2/2020) pagi, AHY yang mengenakan kemeja batik begitu akrab dan hangat menyambut Pimpred Harian Pagi Pos Kupang.

Putra Sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga ditemani Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefry Riwu Kore dan rombongan.

Berikut kutipan wawancara eksklusif Pemimpin Redaksi (Pimpred) Harian Pagi Pos Kupang, Hasyim Ashari dengan politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hasyim Ashari : Seelamat pagi Bang AHY, Terima kasih atas kesediaan waktunya. Belakangan sering tik tok bersama keluarga, ngevlog, hingga amat sangat sering lari. Sebenarnya seorang AHY ingin mempersepsikan seperti apa ke publik?

AHY : Saya ingin tampil apa adanya, tidak ingin dibuat-buat, yang saya ingin tampilkan di media sosial dan masyarakat itu apa adanya, karena bagi saya berat dan pastinya akan bertentangan dengan hati jika kita mencoba mencitrakan sesuatu yang sebenarnya tidak seperti itu, saya ingin real, ingin menjadi diri sendiri dengan jati diri sendiri, tapi selalu mendengarkan masukan-masukan yang baik, karena bagi saya itu paling nyaman. Kalau kita hidupnya sudah nyaman, pasti kita akan lebih terbuka lagi dalam berbagai situasi.

Jadi saya ingin berusaha untuk membangun keseimbangan dalam diri, dalam kehidupan, hal itu saya praktikan dalam hidup saya sejak dulu. Walaupun saya di militer dulu misalnya, saya mencoba untuk menjadi orang yang humanis, humanis itu, tidak melulu soal profesi. Militer kan keras kehidupannya. Di politik juga sama kehidupannya lebih keras lagi, tentunya dalam konteks yang berbeda.

Nah, saya ingin tetap punya keseimbangan yang baik dengan menjaga ritme kehidupan ini, tentu dengan keluarga, saya hanya punya keluarga kecil, artinya istri dan anak saya satu-satunya, saya juga harus memberikan perhatian, walaupun tidak banyak, saya selalu berpegang quality time mungkin lebih penting, karena mungkin hanya sekian jam di Jakarta, atau satu dua hari di Jakarta, dan melanjutkan kegiatan di tempat lain, tapi bisa saya gunakan dengan baik sehingga keluarga mendapatkan perhatian dan merasa dekat dan saya pun mendapatkan energi positif dari interaksi saya dengan keluarga

Kemudian olah raga, saya pun berupaya tetap sempatkan waktu luang untuk berolah raga untuk tetap fit dan punya stamina karena perjalanan panjang seperti ini membutuhkan stamina yang baik dan prima.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved