Cristoforus: Belum Ada Sosialisasi Resmi 50 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru Honorer

Kata Cristoforus Egho: belum ada sosialisasi resmi 50 persen dana BOS untuk gaji guru honorer

Cristoforus: Belum Ada Sosialisasi Resmi 50 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru Honorer
INFOKEMENDIKBUD.COM
Ilustrasi dana BOS 

Kata Cristoforus Egho: belum ada sosialisasi resmi 50 persen dana BOS untuk gaji guru honorer

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Sekolah SDI Mbay di Kabupaten Nagekeo, Cristoforus Egho, mengaku sampai saat ini belum ada sosialisasi terkait kebijakan 50 persen dana Bos untuk biayai gaji guru honorer.

Critoforus menyebutkan jumlah guru honorer di SDI Mbay ada 6 orang. Satu orangnya sudah mendapatkan jatah gaji dari Bosda.

Asah Kreativitas dan Didik Anak Menabung KCU Bank NTT Gelar Lomba Mewarnai PAUD Hingga SD

Sedangkan lima orang lainnya belum karena kendala UNPTK dan jumlah jam mengajar apalagi mereka belum satu tahun mengabdi.

"Iya kita ikuti juknis saja. Kita juga belum dapatkan sosialisasi resmi dari Dinas Pendidikan soal ini. Katanya minggu ini sudah ada sosialisasi terkati Juknis dan informasi itu masih hanya kami dengar saja. Semoga minggu ini dapat sosialisasi," ungkap Cristoforus, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (17/2/2020).

17 Tahun Mekar, Baru Pertama Kali Anggota DPRD Kupang Hadiri Musrenbangcam Amfoang Barat Daya

"Jumlah guru honorer SDI Mbay ada enam orang. Satu orang yang Bosda. Saya masih menunggu Juknis terbaru tahun 2020," sambungnya.

Ia menyebutkan gaji honorer yang dibiayai Komite per bulan yaitu 650.000 rupiah. Sedangkan untuk gaji guru honorer yang dibiayai Bosda sebesar 1.200.000 rupiah.

Ia menyebutkan besaran dana Bosda untuk SDI Mbay tahun 2019 berdasarkan jumlah murid.

"Besaran dana Bos itu tahun 2019
800.000 rupiah kali 132 orang siswa. Itu sesuiai SK Gubernur tahun 2019. Sedangkan tahun 2020, saya belum cek di Bendahara," ujar dia.

Ia mengaku masih membutuhkan guru honorer. Karena guru PNS masih kurang.

"Kalau guru Penjas itu memang SDI Mbay dapat jatah. Terus kami di SDI Mbay ada dua orang guru Agama yaitu guru Agama Katolik dan Islam, kami masih butuh guru honorer," ujar dia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved