Sensus Penduduk Online Sudah Dibuka, Segera Update Data Anda Dari Mana Saja

Pelaksanaan Sensus Penduduk Online sudah dibuka, segera Update data Anda dari mana saja

Sensus Penduduk Online Sudah Dibuka, Segera Update Data Anda Dari Mana Saja
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Bidang Statistik Sosial, Desmon Sinurat 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pelaksanaan Sensus Penduduk Online ( SP Online) Indonesia mencatat sudah dimulai sejak 15 Februari 2020. Terbilang baru dua hari namun respon masyarakat NTT yang mendata diri sendiri beserta keluarga dengan SP Online sudah diawali dengan angka sekira 18 ribuan penduduk dari 5,4 juta penduduk di NTT.

Menurut Kepala Bidang Statistik Sosial, Desmon Sinurat, kepada POS-KUPANG.COM, di Kupang, Senin (17/2/2020), dibuka dengan angka 18 ribuan sudah baik karena baru dibuka beberapa hari. Kedepan akan terus bertambah masyarakat yang mendata diri lewat SP Online.

Kelompok Pemuda Ika Wanted Rayakan Dies Natalis di Desa Wisata Lewolein

Oleh karena itu BPS NTT telah membentuk tim untuk turun ke OPD-OPD dan lembaga-lembaga untuk terus mensosialisasikan sekaligus membimbing langsung para ASN dan Pegawai agar bisa mengakses website sensus.bps.go.id. Tim, katanya, telah turun sebelum tanggal SP Online dibuka.

Sementara berjalan pun tim tetap mendatangi berbagai instansu sesuai dengan prosedur yang telah dilakukan.

Testing CPNS di Manggarai Barat, Hasil SKD Untuk Penentuan Peserta SKB Menunggu Panselnas

"Kami memulai dari instansi-instansi dan sekolah, yang mrnyasar ASN di Provinsi. Di Kabupaten pun juga sedang bergerak dengan hal yang serupa ke dinas-dinas dan ke sekolah-sekolah," tuturnya.

Ia mengungkapkan SP Online merupakan layanan yang sangat memudahkan bagi penduduk yang memiliki gadget dengan kualitas internet yang baik, karena darimana saja dan dalam keadaan apapun masyarakat bisa memasukkan data diri sendiri tanpa didatangi oleh petugas pencatat.

Dijelaskannya, setelah membuka website sensus.bps.go.id, masyarakat tinggla memasukkan NIK dan nomor KK, akta nikah, akta cerai bila sudah bercerai, dan nomor surat kematian bila ada anggota keluarga yang sudah meninggal.

"Sebetulnya mudah, namun terkadang ada kendala jaringan dan ada yang kesulitan untuk mendata diri melalui SP Online. Tapi dengan sistem ini akan lebih mudah, kalau sudah online masyarakat tidak perlu didatangi lagi," ujarnya.

SP Online dibuka mulai (15/2/2020) sampai (31/3/2020). SP Online mempuyai target di masing-masing daerah, untuk NTT sekira 23,4 persen.

Ia berharap di NTT bisa melebih dari angka tersebut. Karena bila semakin besar SP Online maka semakin sedikit petugas pendata manual. Bila ini berhasil maka data sudah bersumber dari registrasi.

Diharapkan masyarakat bisa melek teknologi mengakses dan meng-update sendiri datanya untuk lebih mempermudah. Tapi bila tidak melalui SP Online maka masyarakat akan didatangi dari rumah ke rumah pada Juni mendatang, dengan tujuan semua penduduk terdata dan tidak ada yang terlewatkan.

Seperti di desa-desa yang sulit mengakses jaringan internet maka akan didata secara manual. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved