Pendidikan

OSIS SMAN 1 Lewolema Bikin Workshop Literasi, Rayakan Hari Kasih Sayang

Perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day, dirayakan Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS) SMA Negeri 1 Lewolema.

Dokumentasi SMAN 1 Lewolema
OSIS SMAN 1 Lewolema melakukan workshop dasar literasi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Mo'a

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Perayaan Hari Kasih Sayang atau yang disebut Valentine Day, dirayakan Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS) SMA Negeri 1 Lewolema di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Ketika kebanyakan anak-anak muda merayakan dengan pesta dan bersenang-senang, para siwa melakukan workshop dasar literasi dan kepemimpinan. Dua kegiatan diharapkan menghidupkan ruang belajar menata masa depan.

Theresia Hewen, Ketua OSIS SMAN 1 Lewolema, mengatakan momentum Valentine tidak harus dengan hiburan, tetapi dijadikan kesempatan belajar meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman.

Fakta & Kronologi Wisata Seks Halal di Puncak Bogor, Mendunia Hingga Video Promonya Hadir di Youtube

"Sebagian generasi muda memahami sebatas hiburan semata. Bagi OSIS SMAN 1 Lewolema setiap momentum mesti diisi kegiatan edukasi. Butuh ruang dan waktu yang diefektifkan sebagai ruang belajar mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman," kata Theresia.

Dia menjelaskan, literasi menyentuh rasa inspirasi menulis, dan kepemimpinan melatih siswa membangkitkan rasa percaya diri dan tanggungjawab kepada sekolah dan masyarakat.

Workshop dasar literasi dan kepemimpinan di Aula Kantor Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, dihadiri pengurus OSIS dan anggota.

Ia menjelaskan, Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 menegaskan pembiasaan siswa membaca buku non mata pelajaran 15 menit sebelum masuk kelas.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming MNCTV Persija Jakarta vs Madura United, Skor Sementara 1-0

"Seorang pemimpin tidak dilahirkan dan langsung jadi. Pemimpin butuh tangga-tangga latihan. OSIS adalah ruang untuk belajar," ujar Yohan.

Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menjadi narasumber workshop mengatakan literasi dan kepemimpinan adalah paket terbaik yang bisa diajarkan kepada siswa menata masa depan.

"Literasi dan kepemimpinan wow...paket terbaik membentuk karakter dan menanta masa depan generasi muda," kata Maksi.

Menurut Maksi, literasi melatih berbahasa dengan baik. Kita mendapat kesempatan menjadi pembaca yang cerdas dan tekun hingga menjadi penulis yang terampil. Komunikasi tertata dengan baik.

Temukan Cara Atasi Masalah atau Kesulitan Hidup Ala Ustaz Yusuf Mansur, Dijamain Berhasil!

Pembicaraan sistematis dan terstuktur juga berisi, sebab seorang yang literat sudah tentu memiliki banyak referensi. Ini menjadi modal terbaik bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin tidak terlepas dari kemampuan public speaking.

Salah satu faktor mendukung `public speaking' seseorang adalah literasi yang baik. Kualitas pembicaraan seorang pemimpin, gagasan atau ide akan lahir hingga inovasi tercipta jika seorang pemimpin banyak membaca juga menulis. Literasi dan kepemimpinan paket yang luar biasa membentuk pribadi generasi muda.

Workshop dasar literasi dan kepemimpinan di Aula Kantor Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, dihadiri pengurus OSIS dan anggota. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved