Warga Besipae TTS Tolak Penggusuran

Bupati TTS: Saya Curiga Ada Aktor Intelektual Terkait Masalah Lahan Besipae

Soal Warga Besipae TTS tolak penggusuran, Bupati TTS: saya curiga ada aktor intelektual terkait masalah lahan Besipae

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Soal Warga Besipae TTS tolak penggusuran, Bupati TTS: saya curiga ada aktor intelektual terkait masalah lahan Besipae

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS Egusem Piether Tahun menduga ada aktor intelektual dibalik perlawanan warga Besipae terhadap Pemprov NTT terkait masalah lahan Besipae.

Aktor tersebut, disebut Bupati Tahun sengaja membuat situasi ricuh sehingga masyarakat ada yang maju, ada yang mundur guna memberikan perlawanan kepada Pemprov NTT.

Barisan Anak-anak dan Perempuan Hadang Anggota Satpol PP dan TNI-POLRI

Namun Pemprov NTT dibawah komando Gubernur NTT, Viktor Laiskodat telah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah Besipae. Sehingga apa bila masyarakat tidak mau dengan cara baik-baik maka Pemprov NTT akan mengambil langkah tegas.

" Pak Gubernur tidak main-main dengan masalah Besipae. Beliu sudah bilang kalau tidak mau dengan cara baik-baik beliu akan ambil langkah tegas," ungkap Bupati Tahun kepada POS-KUPANG.COM, Senin (17/2/2020) di kantor bupati TTS.

Pemprov NTT Kantongi Sertifikat Hak Pakai Tanah Besipae Seluas 3.700 Ha

Dirinya menghormati langkah penertiban yang dilakukan oleh Pemprov NTT terhadap aset yang dimiliki. Pemda TTS hanya mendampingi agar proses penertiban tetap berjalan dengan kondusif.

Kepada masyarakat Besipae, Bupati Tahun menghimbau agar tidak melakukan perbuatan yang anarkis. Jika nekat melakukan perbuatan anarkis maka pihak penegak hukum tidak akan segan menggambil sikap tegas.

" Tetap jaga situasi agar tetap kondusif. Jangan berbuat anarkis karena akan berhadapan dengan hukum," imbaunya.

Terpisah, wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan mengingat Pemprov NTT agar tetap mengutamakan pendekatan humanis dalam melakukan penertiban. Bagaimana pun warga Besipae merupakan warga Propinsi NTT.

" Tetap utamakan pendekatan humanis dalam proses penertiban. Jika memang lahan tersebut milik Pemprov NTT, kita berharap Pemprov tetap menyediakan lahan untuk relokasi warga agar tidak terkatung-katung pasca penertiban," pinta Religius. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved