48 Orang Diserang DBD di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

48 orang di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), termasuk Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium, diserang DBD.

48 Orang Diserang DBD di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Kepala Dinas Kesehatan Mabar Paulus Mami.

48 Orang Diserang DBD di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Sebanyak 48 orang di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), termasuk Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium, diserang DBD.

Puluhan orang itu diserang DBD terhitung sejak Bulan Januari 2020 hingga Hari Sabtu, 15 Februari 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Mabar Paulus Mami, membenarkan serangan DBD di kota pariwisata dunia itu.

"Sejak Januari 2020 hingga hari ini (Sabtu 15 Februari, Red) jumlah total warga yang diserang DBD sebanyak 48 orang. Jumlah itu tersebar di sejumlah tempat di Manggarai Barat, termasuk Labuan Bajo," kata Paulus kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu pagi di Labuan Bajo.

Dia menjelaskan, dari 48 orang itu masih ada 2 orang pasien DBD yang sedang dirawat.

"Sampai hari ini ada dua orang yang masih dirawat, yaitu di RSUD Komodo dan Puskesmas Labuan Bajo.

Sedangkan sisanya sudah sembuh dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing," kata Paulus.

Dia menjelaskan, puluhan orang yang diserang DBD itu antara lain dirawat di Klinik Santu Yosef Labuan Bajo, RSUD Komodo, Rumah Sakit Siloam dan Puskesmas Labuan Bajo.

"Sampai saat ini kami monitor setiap hari. Pengamat jentik juga sudah di lapangan. Ada tindakan-tindakan yang kami lakukan. Fogging merupakan tindakan terakhir," kata Paulus.

Terpisah warga berharap agar Dinas Kesehatan Mabar meningkatkan upaya penanganan terhadap DBD.

Ini Hasil Pengamatan Wakil Bupati Kupang Saat Mengurus SIM Sendiri di Satlantas Polres Kupang

Uskup Sensi Ajak Umat di Nagekeo Wujudkan Persaudaraan Sejati

"Apalagi Labuan Bajo ini merupakan destinasi pariwisata super premium. Bagaimana kalau menyerang wisatawan. Tentu harapannya agar Dinas Kesehatan secepatnya meningkatkan upaya penanganan sampai DBD benar-benar hilang," kata Rianita Amul. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved