Menyedihkan Nasib Anak WNI Eks ISIS,Terluntah-luntah di Negeri Orang, Pemerintah Tegas Tak Pulangkan
Menyedihkan Nasib Anak WNI Eks ISIS, Terluntah-luntah di Negeri Orang, Pemerintah Tegas Tak Pulangkan
Menyedihkan Nasib Anak WNI Eks ISIS, Terluntah-luntah di Negeri Orang, Pemerintah Tegas Tak Pulangkan
POS KUPANG.COM -- Lebih dari 600 Warga Negara Idonesia ( WNI ) bekas kombatan ISIS dan keluarga kini hidup di kamp - kamp tahanan yang dikontrol pemerintah Irak maupun Suriah serta pejuang Kurdi
Mereka ditangkap saat menyerah setelah ISIS kalah dari koalisi intrenasional yang memerangi organisasi teroris tersebut.
Namun hampir semua pemerinta tak berniat memulangkan warga negaranya termasuk Indonesia. Ini dilakukan demi menjaga keamanan dalam negeri masing-masing.
Nasib miris harus dialami anak Indonesia yang dibawa orangtuanya ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Bagaimana tidak? Saat ini berhembus kabar jika anak-anaknya tersebut kini hidup tanpa arah.
Pengakuan anak mantan ISIS itu menyebutkan dirinya kini hidup tanpa orangtua semenjak roket menghantam kamp-kamp mereka.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya menolak pemulangan WNI eks ISIS di Suriah.
Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'Cerita Anak Indonesia Eks ISIS di Suriah: Orang Tua Saya Sudah Meninggal, Tak Tahu Mau Kemana Lagi' berikut kisahnya.
• SELAMAT, Setelah 8 Tahun Menunggu, Shandy Aulia Melahirkan Anak Pertama , Para Artis Ucapkan DoA
• Ramalan Zodiak Jumat 14 Februari 2020: Taurus Pusat Pehatian, Cancer Suksesmu Dicemburui , Lainnya?
• Lucinta Luna Nangis Tersedu-sedu, Minta Maaf ke Masyarakat, Pakai Wig Bob Marley Bikin Salah Fokus
• KABAR DUKA Drama Korea,RIP Bintang Goblin Go Soo Jung Meninggal di Usia 25 Tahun,Keluarga Ungkap Ini
Adalah Yusuf, salah satu anak WNI yang dibawa orangtuanya untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.
Setelah kepergian orangtuanya, Yusuf kini harus bertahan dan hidup tanpa arah di Kamp Al-Hol di Suriah Timur Laut.
"Orang tua saya dan saudara-saudara saya sudah meninggal ... saya tak tahu mau ke mana.
Saya akan bertahan di sini," kata anak yang mengaku bernama Yusuf kepada wartawan BBC, Quentin Sommerville yang menemuinya di Al-Hol.

Tak hanya Yusuf, nasib serupa juga harus dijalani oleh anak WNI eks ISIS lainnya yang bernama Faruq.
Faruq mengaku kehilangan orangtuanya ketika ia berada di desa terakhir yang dikuasai oleh ISIS diserang oleh koalisi anti-ISIS.