Kasus DBD di Lembata Meningkat, Dinas Kesehatan Sosialisasi Pola Hidup Sehat

Kasus DBD di Lembata meningkat, Dinas Kesehatan Lembata sosialisasi Pola hidup sehat

Kasus DBD di Lembata Meningkat, Dinas Kesehatan Sosialisasi Pola Hidup Sehat
Net
Nyamuk 

Kasus DBD di Lembata meningkat, Dinas Kesehatan Lembata sosialisasi Pola hidup sehat

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kasus demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Lembata mengalami peningkatan. Setiap hari ada dua sampai tiga orang yang terjangkit demam berdarah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Anselmus Bahi menuturkan hingga kemarin tercatat sudah ada 180 kasus demam berdarah di Lembata.

Ombudsman Beri Zona Kuning, Polres Sikka Jadikan Kesempatan Berbenah

Dia merincikan sudah ada dua korban meninggal akibat dari demam berdarah. Dari jumlah 180 kasus, yang positif terinfeksi demam berdarah sebanyak 141 oran dan yang sementara diobservasi (suspect) sebanyak 39 orang.

Tercatat pula sejak Januari sudah ada 131 pasien yang sudah sembuh dan yang masih dirawat sebanyak 10 pasien; 3 orang sementara dirawat di RSUD Lewoleba, 2 pasien di RS Bukit Lewoleba, 3 pasien di Puskesmas Lewoleba, 1 pasien di Puskesmas di Balauring dan 1 pasien di Puskesmas Hadakewa.

Menurut Ansel pasien terjangkit terbanyak di Kecamatan Nubatukan dan kemudian menyebar ke kecamatan-kecamatan lain di Lembata.

Happy Valentine Day, Komut, Jajaran Direksi Bank NTT Turun ke Jalan Bagi-Bagi Bunga

Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/2/2020), Ansel menuturkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat masih sangat rendah. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab kasus demam berdarah di Lembata sangat tinggi hingga pemerintah mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Selain fogging, pemerintah terus melakukan upaya penyuluhan dan sosialiasi pola hidup bersih dan sehat.

"Penyuluhan langsung ke masyarakat. Kami juga membuat bakti sambil adakan penyuluhan. Kita manfaatkan komunitas-komunitas yang berpengaruh seperti komunitas sekolah. Kita sudah gempur semua sekolah untuk pemberantasan sarang nyamuk sampai pembentukan jumantik, ada sekolah yang juga sudah jadikan kurikulum untuk pendidikan karakter," jelas Ansel sembari menambahkan penyuluhan pola hidup sehat juga dilakukan di kecamatan-kecamatan melalui puskesmas-puskesmas.

Menurut Ansel kepala dinas kesehatan provinsi dan beberapa dokter ahli juga sudah pernah datang ke Lembata dan bertemu dengan para camat dan para kepala sekolah.

Mereka juga menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah demam berdarah di Lembata.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga membantu satu pesawat fogging dan bantu obat abate guna menuntaskan kasus demam berdarah di Lembata. Bagi masyarakat yang membutuhkan, obat abate bisa diambil langsung di puskesmas.

Di samping itu, pemerintah juga giat melakukan pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Ansel menyebutkan kalau fogging itu hanya untuk bertujuan membunuh nyamuk dewasa dan memutus mata rantai penyakit demam berdarah di suatu kawasan.

Oleh sebab itu, yang paling utama ialah peran masyarakat bersama pemerintah wajib memusnahkan tempat perindukan nyamuk di lingkungan rumah sekitar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved