Lanal Maumere Ciduk Pengebom Ikan

Zikra, Residivis Pembom Ikan Ajak Anak Kandung Pergi Bom Ikan di Perairan Flotim

Ternyata Zikra, residivis pembom ikan ajak anak kandung pergi bom ikan di Perairan Flotim

POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Mantan Narapidana pemboman ikan Zikra, Kamis (13/2/2020) siang ditemui di Mako Lanal Maumere, Pulau Flores. 

Ternyata Zikra, residivis pembom ikan ajak anak kandung pergi bom ikan di Perairan Flotim

POS-KUPANG.COM | MAUMERRE - Setahun mendekam di Rumah Tahanan Negara ( Rutan) Kelas II Maumere, Kabupaten Sikka Pulau Flores, tak membuat jera Zikra (54).

Nelayan asal Desa Perumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, termasuk salah seorang dari 10 nelayan yang ditangkap personil Lanal Maumere, Selasa malam atau Rabu dini hari (12/2/2020) pukul 00.00 Wita di Perairan Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Flotim.

Peserta Pesparani Wolowae Siap Tampil di Tingkat Kabupaten Nagekeo

"Satu tahun pas saya ditahan di Rutan Maumere. Saya bebas tanggal 12 Desember 2018 . Saya sudah satu tahun lebih berada di luar," beber Zikra, kepada pos-kupang.com, Kamis (13/2/2020) siang usai jumpa pers digelar Komandan Lanal Maumere, Kolonel (Marinir) Totok Nurcahyanto, di Mako Lanal Maumere.

Zikra mengatakan, dua tahun lalu ia ditangkap Polres Sikka ketika membom ikan di Perairan Waturia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, sekitar 13 Km arah utara Kota Maumere. Dia menjalani proses hukum hingga dijatuhi satu tahun penjara.

236 Anak Muda Manggarai Dibina Agar Lulus Testing Masuk Tentara

Zakri menuturkan rencana melakukan pemboman ikan dlakukan secara bersama-sama. Mereka berembuk menyiapkan bahan peledak lalu berangkat bersama-sama menggunakan perahu menuju perairan Flotim.

Dipilihnya Flotim, diakui Zikra, dianggap relatif aman dari jangkauan aparat keamanan. Ia mengajaks serta sang anak, Yasir (24) bersama-sama membom ikan.

"Saya terpaksa bom ikan, karena tekanan ekonomi. Bom ikan lebih gampang dan bisa dapat banyak daripada pakai pancing atau jala," ujarnya. Selain itu, kondisi cuaca yang kurang bagus saat ini mendorong mereka membom ikan.

Zikra mengeluhkan sulitnya mengakses bantuan bagi nelayan di Pemda Sikka. Beberapa kali proposal diajukan, namun tak kunjung diperoleh bantuan.

"Hanya orang-orang tertentu saja yang diberikan bantuan. Kami kirim proposal berulang kali tapi tidak diberikan bantuan," pungkas Zikra. (laporan reporter POS-KUPANG.COM, eginius mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved