Lanal Maumere Ciduk Pengebom Ikan

Ini Awal Mula Penangkapan Nelayan Pengebom Ikan Asal Sikka di Perairan Flotim

Ini awal mula penangkapan nelayan pengebom ikan asal Sikka di perairan Flotim

POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Nelayan Sikka Pulau Flores ditangkap personil Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere di perairan Flotim berbaris di depan Mako Lanal Maumere, Kamis (13/2/2020) siang. 

Ini awal mula penangkapan nelayan pengebom ikan asal Sikka di perairan Flotim

POS-KUPANG.COM |MAUMERE - Penangkapan 10 nelayan asal Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Selasa malam atau Rabu dini hari (12/2/2020) di Perairan Flores Timur ( Flotim) bermula dari informasi jaringan agen, Selasa (11/2020) sekitar pukul 18.00 Wita kepada Danposmat Flotim, Serka Mes Sangidun.
Sang agen mengabarkan terjadi aktivits pemboman ikan di Perairan Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Flotim, sebelah utara Larantuka.

Babinsa di Aesesa Nagekeo dan Warga Bersihkan Saluran Irigasi

Informasi itu lalu diteruskan Serka Sangidun kepada Komandan Lanal Maumere. Bersama Dansub Unit Intel Lanal Maumere, dilacak kebenaran laporan tersebut.

Sekitar pukul 18.30 Wita, Dansub Unit Intel Lanal Maumere, Paurops Unit Intel Lanal Maumere bersama dua anggota menuju ke Flotim. Saat itu, Serka Sangidum dan seorang pekerja harian lepas, sudah menuju Desa Aransina menggunakan perahu karet.

Malam hari sekitar pukul 19.30 Wita, keduanya tiba di Aransina. Serka Sangidun menemui Kepala Desa Aransina meminta bantuan anggota Linmas desa. Informasi dari jaring agen menyebut 10 pengeboman.

Anis Mase Sebut Pembangunan SDN Tuakau Dampak Politik Transaksional

"Saya lakukan briefing dan mengatur strategi penyergapan nelayan pengebom yang sedang berlabuh di Desa Lamatutu, sekitar 25 meter dari pantai," kata Sangidun, dalam jumpa pers dipimpin Komandan Lanal Maumere, Kolonel (Marinir) Totok Nurcahyanto, Kamis (13/2/2020) siang.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Dansub Unit Intel Lanal Maumere, Paurops Unit Intel Lanal Maumere dan dua anggota tiba Lamatutu melalui jalur darat. Mereka bergabung dengan Sangidun.

Terbentuklah dua tim. Tim pertama melalui jalur darat dipimpin Dansub Unit Intel Lanal Maumere bersama anggota Linmas.

Sedangkan tim dua dipimpin Serka Sangidun menggunakan perahu karet dan perahu sampan.
Persiapan penyergapan dimulai tengah malam.

Dibekali dengan doa, kedua tim bergerak menuju posisi yang telah ditentukan.

"Tim satu siap di bibir pantai. Tim dua menggunakan sampan menyamar sebagai nelayan tradisional mendekati perahu target yang sedang berlabuh," kisah Sangidun.

Hari Rabu (12/2//2020) pukul 00.00 Wita, tim dua mendekati perahu sedang berlabuh. Nelayan yang sedang tidur disergap. Beberapa nelayan kaget hendak melawan.

Seorang nelayan hendak mengambil parang, namun Serka Sangidun sigap melepas dua kali tembakan peringatan. Semua nelayan dan barang bukti bahan peledak diamankan.

Mereka digiring menuju PPI Amagarapati di Kota Larantuka tiba pukul 05.30 Wita , lalu dibawah ke Posmat TNI AL Flotim menjalani pemeriksaan awal.

Hari Rabu siang, semua pelaku dan bahan bukti diangkut ke Lanal Maumere memakan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan darat. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved