Breaking News:

Anis Mase Sebut Pembangunan SDN Tuakau Dampak Politik Transaksional

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase sebut pembangunan SDN Tuakau dampak politik transaksional

Anis Mase Sebut Pembangunan SDN Tuakau Dampak Politik Transaksional
Ferry Ndoen
Anis Mase Waket DPRD Kabupaten Kupang

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase sebut pembangunan SDN Tuakau dampak politik transaksional

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase menilai terkatung-katungnya pembangunan gedung SDN Tuakau, Desa Tuakau, Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, sebagai dampak dari politik transaksional.

Warga setempat cuma tergiur pada tawaran para pihak untuk kepentingan pribadi sehingga mengorbankan peserta didik. Warga tergiur bujuk rayu oknum tertentu untuk tujuan politik pribadi.

Pemuda GSM Tersangka yang Mencabuli Siswi SD Disangka Melanggar UU Perlindungan Anak

Anis Mase--demikian sapaan akrabnya kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (14/2) menyatakan keprihatinan terhadap kondisi gedung SDN Tuakau tersebut.

Namun, dirinya menyayangkan pula dengan sikap warga setempat yang lebih menyukai politik transaksional.

"Ini sebagai pembelajaran bagi warga kalau bermain dengan politik transaksional maka dampaknya pada anak didik. Warga tergiur dengan bujuk rayu oknum tertentu untuk tujuan politik sehingga jadilah begitu," ujar Anis yang juga anggota Dewan dari Dapil Fatuleu Barat.

Drama Penangkapan Pengebom Ikan, Nelayan Cabut Parang, TNI AL Larantuka Lepaskan Tembakan

Walaupun begitu, katanya, untuk menyelamatkan anak-anak peserta didik yang merupakan generasi bangsa ini, maka dirinya akan siap mencari jalan keluar untuk mengatasi kondisi tersebut.

"Orangtua main politik maka anak yang sengsara. Jangan warga mengkambinghitamkan dewan yang tidak peduli. Kita tentu tidak mau anak-anak punya nasib tidak menentu. Tapi saya harapkan jangan tergiur dengan politik transaksional," tegas Politisi PDIP ini.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Drs. Imanuel M.E. Buan, MM mengatakan, bukan pemda masa bodoh terhadap pembangunan SDN Tuakau.

Dirinya bahkan sudah melihat sendiri kondisi gedung sekolah tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa banyak berbuat karena kendala pada pendanaan.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya kita masih dapat DAK dan DAU maka kita bisa punya kewenangan menentukan skala prioritas gedung mana yang ditangani segera. Sekarang ini kita tidak ada lagi DAK apalagi DAU. Saya maunya cepat tanggap apa yang menjadi permintaan warga tapi kendala di pendanaan," jelasnya.

Upaya yang bisa dilakukan, jelas Imanuel, memasukan nama sekolah baik SD dan SMP terkategori baik, rusak sedang dan rusak berat dalam data base. Dari data itu barulah didorong masuk ke data Dapodik Krisna Kemendikbud, kemudian dilihat mana yang jadi skala perhatian.

"Kita sudah masukan sekolah yang rusak berag, rusak ringan di Dapodik Krisna. Nanti Kemendikbud akan lihat. Kita berharap SDN Tuakau menjadi perhatian Kemendikbud di 2020 sehingga begitu keluar nama kita akan prioritaskan," katanya.

Dirinya menyebut total sekolah SD dan SMP di Kabupaten Kupang yang sudah masuk data base total ruang kelas SD :1.049 Ruang. Kategori baik, 223 ruangan, rusak ringan (444), rusak berat (382) sementara kebutuhan 1.474 ruangan.

Untuk SMP total ruangan 352 Ruang, kategori baik (97), rusak ringan (138), rusak berat ( 117 ) sedangkan kebutuhan 542 Ruang. Untuk APK SD : 94,30 dan APM SD : 79,23. Sementara APK SMP : 95,23, APM SMP : 69,44. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved