Lanal Maumere Ciduk Pengebom Ikan
Drama Penangkapan Pengebom Ikan, Nelayan Cabut Parang, TNI AL Larantuka Lepaskan Tembakan
Soal drama penangkapan pengebom ikan, nelayan cabut parang, TNI AL Larantuka lepaskan tembakan
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Soal drama penangkapan pengebom ikan, nelayan cabut parang, TNI AL Larantuka lepaskan tembakan
POS-KUPANG.COM |MAUMERE - Penangkapan 10 nelayan pembom ikan asal Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Selasa (11/2/2020) pukul 00.00 Wita, berlangsung dramastis di Perairan Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flotim.
Komandan Posmat TNI AL, Serka Mes Sangidun, menuturkan untuk menciduk para pelaku, ia harus menyamar sebagai nelayan tradisional menggunakan perahu nelayan.
• Diduga Trauma Korban Pencabulan Pemuda GSM di Ende Menjadi Pendiam
"Tepat pukul 00.00 Wita, kami berhasil mendekati perahu target yang sedang berlabuh. Mereka disergap menggunakan perahu karet," kisah Sangidun, dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Lanal Maumere, Kolonel (Marinir) Totok Nurcahyanto, Kamis (13/2/2020) di Mako Lanal Maumere.
Para nelayan tak menyangka kedatangan `tamu' di tengah malam yang sedang hujan itu. Seorang nelayan yang panik mengambil parang sekitar 40-an Cm, hendak menantang. Personil Lanal sudah sigap dengan senjata di tangan.
• Mencabuli Siswi SD, Pemuda GSM Tidak Ditahan Polres Ende Hanya Dikenakan Wajib Lapor
"Saya lepaskan dua kali tembakan peringatan ke arah udara. Tanpa perlawanan, semua nelayan dan barang bukti diamankan," kata Sangidun.
Para nelayan digiring melalui laut menuju PPI Amagarapati di Kecamatan Larantuka. Pelayaran memakan waktu sekitar empat jam lebih tiba di Kota Larantuka sekitar pukul 05.00 Wita.
Dansub Unit Intel Lanal Maumere bersama anggota Unit Intel Lanal Maumere sudah menunggu kedatangan Tim II di PPI. Rabu siang, para pelaku diangkut dari Larantuka menuju Lanal Maumere. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo'a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/breaking-news-lanal-maumere-ciduk-kawanan-nelayan-sikka-yang-bom-ikan-di-perairan-flotim.jpg)