Ini Pesan Bupati Niga Ketika Menyerahkan Traktor Kepada Gapoktan Weemaringu

Ini pesan Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole ketika menyerahkan traktor kepada Gapoktan Weemaringu

POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Sebuah tractor yang diserahkan bupati Drs.Agustinus Niga Dapawole kepada Gapoktan Weemaringu terparkir di halaman kantor Desa Weihura, Kecamatan Wanokaka, Selasa (11/4/2020) 

Ini pesan Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole ketika menyerahkan traktor kepada Gapoktan Weemaringu

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole berpesan agar pengurus gabungan kelompok tani ( Gapoktan) Weemaringu di Desa Weihura, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat harus memperhatikan solar dan oli pada tractor yang baru saja diserahkannya. Jangan sampai oli dan solar habis maka ttactor tersebut bakal menjadi besi tua nanti.

Peralatan pertanian berupa sebuah tractor yang diberikan pemerintah guna membantu petani Desa Weihura mengolah sawahnya. Sebagai koordinator pengelolaan tractor juga harus adil mengatur agar semua anggota kelompok tani mendapatkan peralatan itu. Jangan sampai tractor tersebut hanya dimonopoli orang-orang tertentu saja. Semua petani Desa Weihura boleh menggunakannya karena tractor tersebut milik Desa Weihura.

Linda Liudianto Kooperatif Ikuti Proses Hukum Kasus Kredit Fiktif Bank NTT

Demikian pesan Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole ketika menyerahkan sebuah tractor kepada Gapoktan Weemaringu di halaman kantor Desa Weihura di Wanokala, Sumba Barat, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, Desa Weihura khususnya dan Wanokaka umumnya merupakan daerah lumbung padi masyarakat Sumba Barat. Hal itu karena Wanokaka memiliki irigasi Laikaninu yang mengairi ratusan hekar lahan sawah yang membentang luas di pesisir pantai Wanokaka.

Bupati Sumba Barat, 20 Februari 2020 Pasola Lamboya Dan 16 Maret 2020 Pasola Wanokaka

Karena itu, ia optimis masyarakat Desa Weihura khususnya dan Wanokaka umumnya tidak mengalami kendala pangan dibandingkan daerah lain di Sumba Barat yang hanya mengandalkan padi sawah tadah hujan. Saat ini, hujan turun tidak normal maka beberapa wilayah seperti di Loli, Tanah dan mungkin juga Lamboya mengalami gagal tanam. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved