Data Terkini, Sudah 33 Warga Ende Terkena DBD

Sebanyak 33 warga Kabupaten Ende hingga Bulan Februari 2020 terkena penyakit demam berdarah dengue ( DBD)

Data Terkini, Sudah 33 Warga Ende Terkena DBD
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Petugas sedang melakukan foging untuk mengantisipasi penyakit DBD di Kota Ende, Selasa (11/2/2020) 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Sebanyak 33 warga Kabupaten Ende hingga Bulan Februari 2020 terkena penyakit demam berdarah dengue ( DBD).

Kepala Bidang Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Ahmad Gulung mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (11/2/) di Ende ketika dikonfirmasi terkait dengan keberadaan penyakit DBD di Kabupaten Ende.

Perekrut Dapat Fee dari Setiap Calon TKI Ilegal Sikka

Ahmad menjelaskan sesuai data yang didapatkan menyebutkan bahwa kasus DBD di Bulan Februari 2020 masing-masing dirawat di Puskesmas Kota Ende, Onekore, Kotaratu, Rewarangga, Ndetundora masing-masing 1 orang dan Nangapenda 1 orang serta Wolojita 1 orang dan Maurole 2 orang serta Kotabaru 1 orang.

Menurut Ahmad dengan melihat angka kasus yang ada periode Januari terjadi penurunan kasus dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun 2019.

Realisasi Tanam Jagung Program RPM di Malaka Sudah 20.712 Hektare

Menurut Ahmad penurunan kasus itu terjadi dikarenakan di tahun 2020 intensitas hujan akan rendah dibandingkan dengan tahun 2019.

Ahmad mengatakan kondisi cuaca memang sangat menentukan keberadaan penyakit DBD maka apabila hujan tidak terlalu tinggi maka kasus DBD juga menurun.

Menurut Ahmad dengan melihat wilayah kasus yang pada umumnya menyerang warga di Kota Ende itu dikarenakan kondisi permukiman warga yang padat sehingga memungkinkan nyamuk bisa dengan cepat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Mengantisipasi berkembangnya penyakit DBD, Ahmad meminta agar warga tetap waspda dengan senantiasa membersihkan lingkungan tempat tinggal.

Selain itu dari pihak dinas juga telah mengantisipasi dengan melakukan fogging focus serta pembagian abate kepada warga juga melakukan sosialiasi tentang bahaya penyakit DBD.

"Kami dari Dinkes telah melakukan siaran keliling melalui Puskesmas setempat juga melakukan foging fokus oleh dinas bersama Puskesmas dan tetap melakukan pendataan setiap waktu guna mengetahui perkembanganya penyakit yang mematikan ini,"kata Ahmad. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved