Pilkada Malaka

Calon Perseorangan di Pilkada Malaka 2020 Belum Ada yang Konsultasi ke KPU

Untuk Calon Perseorangan di Pilkada Malaka 2020 belum ada yang Konsultasi ke KPU

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KETUA--Ketua KPU Malaka Makarius Bere Nahak 

Untuk Calon Perseorangan di Pilkada Malaka 2020 belum ada yang Konsultasi ke KPU

POS-KUPANG.COM | BETUN - Sampai dengan saat ini, bakal calon bupati dan wakil bupati Malaka dari jalur perseorangan belum ada yang berkonsultasi ke Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Malaka.

Sementara, jadwal penyerahan syarat dukungan minimal bagi bakal calon perseorangan kepada KPU dimulai tanggal 19 Febuari 2020, atau tinggal sembilan hari lagi.

Kasus Ibu Muda Aniaya Bocah 2 Tahun di Kupang, Polisi Lengkapi Petunjuk Jaksa

Melihat waktu yang tersisah tinggal sembilan hari, besar kemungkinan, bakal calon perseorangan untuk mengikuti Pilkada Malaka 2020 tidak ada.

"Sampai hari ini, belum ada sama sekali bakal calon perseorangan yang datang konsultasi ke KPU. Kemungkinan kita tidak ada calon perseorangan", kata Ketua KPU Kabupaten Malaka, Makarius Bere Nahak saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Senin (10/2/2020).

MMA One Pride, Aprianus Tomas Tumbangkan Imam Yarha Dengan Kemenangan KO Ronde Pertama

Menurut Makarius, sejak tanggal 16 Desember 2019, KPU sudah mengumumkan syarat-syarat bagi calon perseorangan dan jadwal penyerahan syarat dukungan kepada KPU. Namun, sampai dengan hari ini, belum ada satupun bakal calon perseorangan yang datang konsultasi ke KPU Malaka. Padahal, tanggal 19-23 Febuari 2020 adalah jadwal penyerahan syarat dukungan bakal calon perseorangan ke KPU.

Meski demikian, lanjut Makarius, KPU akan tetap menunggu dijadwal penyerahan syarat dukungan dari tanggal 19 sampai 23 Febuari 2020. Bila ada bakal calon yang datang menyerahkan syarat dukungan, KPU
siap melayani. Sebaliknya, jika tidak ada yang datang meyerahkan dukungan, KPU akan mengumumkan lebih lanjut.

"Prinsipnya kita ikuti tahapan. Ada atau tidak, kita tetap tunggu di kantor dari tanggal 19 sampai 23 Febuari 2020", tandas Makarius.

Lanjut Makarius, bagi calon perseorangan harus memiliki operator yang sudah dimandatkan oleh bakal pasangan calon perseorang. Operator wajib mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) terkait dengan aplikasi silon (sistem pencalonan). Karena saat penyerahan dukungan sudah menggunakan aplikasi silon.

Apabila, saat tanggal 19 Febuari ada yang menyerahkan syarat dukungan maka KPU tetap terima dan akan menanyakan operator yang dimandatkan oleh bakal calon. Kemudian, operarot yang bersangkutan juga mesti sudah mengikuti bimtek dan nama operator pasti ada di KPU Pusat. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved