4 Item Pekerjaan Landscape Kantor Bupati TTS Diketahui Mengalami Kekurangan Volume

Sebanyak 4 item pekerjaan Landscape Kantor Bupati TTS diketahui mengalami kekurangan volume

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan landscape Kantor Bupati TTS dengan agenda pemeriksaan setempat di halaman kantor bupati TTS, Jumat (7/2/2020) siang. 

Sebanyak 4 item pekerjaan Landscape Kantor Bupati TTS diketahui mengalami kekurangan volume

POS-KUPANG.COM | SOE - Sidang kasus dugaan korupsi Pembangunan Landscape Kantor Bupati TTS berlanjut Jumat (7/2/2020) dengan agenda pemeriksaan setempat di halaman Kantor Bupati TTS.

Sidang lanjutan tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua, Prasetyo Utomo didampingi hakim anggota Ibnu Kholik dan Gustaf Marfaung.

SDI Udak Butuh Bantuan Pemkab Lembata

Hadir dalam sidang lanjutan tersebut Saksi Ahli dari Politeknik Negeri Kupang, Wellem Daga, Kepala Kejari TTS, Fachrizal, Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari,SH.,MH, Kasi Pidsus Kejari TTS, khusnul Fuad, Jaksa Fungsional Primawibawa Rantjalobo, Kasi Intel Kejari TTS, Mourest Kolobani, penasehat hukum terdakwa Fredik Oematan, Benny Taopan,SH dan penasehat hukum terdakwa Juarin, Jemmy Haekase, SH.

Dalam sidang tersebut, saksi ahli, Wellem Daha menunjukan lima item yang menjadi temuan dari tim ahli.

Pakai Bikini Gisella Anastasia Dihujat Netizen, Suruh Buka Baju Hingga Disebut Nakal Terlambat

Dari lima item yang menjadi temuan, 4 item mengalami kekurangan volume pekerjaan dan 1 item yang mengalami kelebihan total volume pekerjaan.

Empat item yang mengalami kekurang volume pekerjaan yaitu, pekerjaan jalan hotmix, air mancur, podium dan tiang bendera.

Untuk item jalan hotmix keliling kantor bupati, dari hasil pemeriksaan ditemukan ketebalan lapisan penetrasi dan ketebalan aspal hotmix tidak sesuai dengan yang tercantum dalam kontrok.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan dari item tersebut.
Untuk item air mancur, ditemukan adanya kekurang volume pada item galian tanah fondasi 1.46 kubik, pasangan batu karang, acian, cat dinding dan urukan tanah 4.09 kubik.

"Untuk item jalan hotmix dan air mancur ada kekurangan volume pekerjaan dari hasil pemeriksaan kita," ungkap Wellem.

Untuk item podium lanjut, ditemukan adanya kekeurangan volume pada galian tanah fondasi, urugan pasir bawa fondasi, plesteran, urukan bak bunga, batu karang dan cor rapat lantai.

Sedangkan untuk item pekerjaan tiang bendera, kekurangan ditemukan pada urukan pasir lantai bawa plat, tanah humus dan plesteran.

"Selain item jalan dan air mancur, dari hasil pemeriksaan kita juga ditemukan adanya kekurang volume pada pekerjaan podium dan tian bendera," jelasnya.

Pada item penataan halaman, jika ditotal maka volume pekerjaannya lebih. Selain itu, ada beberapa item yang tidak terdapat pada kontrak yang dikerjakan, seperti item jalan rabat beton di bagian belakang kantor bupati, tembok bagian depan dan beberapa item lainnya.

Sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS sendiri akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembuktian saksi.

Untuk diketahui, pekerjaan landscape kantor bupati TTS menelan anggaran mencapai 3,5 miliar. Besaran kerugian negara dalam perkara tersebut Rp 548.931.408.

Saat ini, dua tersangka Fredik Oematan dan Juarin telah berstatus terdakwa, sedangkan dua tersangka lainnya yaitu, konsultan pengawas, Erik Ataupah dan Hing Fallo selaku mantan KTU bagian umum Setda TTS hingga saat ini berkasnya masih digodok penyidik Polres TTS. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved