Rabu, 22 April 2026

Pelaku Ancaman Penikaman dan Penghinaan Pastor Serah Diri ke Polisi

Oknum pelaku ancaman penikaman dan dugaan penghinaan Pastor Paroki Nurobo serahkan diri ke Polisi

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Pelaku ancaman penikaman dan penghinaan pastor Paroki Nurobo, Tus Moruk digiring ke Mapolres Belu, Rabu (5/2/2020). 

Oknum pelaku ancaman penikaman dan dugaan penghinaan Pastor Paroki Nurobo serahkan diri ke Polisi

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Pelaku ancaman penikaman dan dugaan penghinaan pastor Paroki Nurobo, Tus Moruk menyerahkan diri ke polisi, Rabu (5/2/2020).

Kerja sama yang baik antara polisi dan keluarga membuat pelaku Tus Moruk pasrah dan menyerahkan diri ke polisi untuk diproses hukum.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian melalui Kasat Reskrim, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2020).

Pemkab Belu Kembangkan Wisata Pesisir dan Kawasan Wisata Fulan Fehan

Menurut Sepuh, pasca kejadian ancaman penikaman dan penghinaan terhadap pastor Paroki Nurobo, pelaku melarikan diri. Sejak saat itu, polisi melakukan pengejaran sambil berkoordinasi dengan pihak keluarga agar sebaiknya pelaku menyerahkan diri ketimbang melarikan diri.

Kerja sama yang baik antara polisi dan keluarga telah membuahkan hasil. Keluarga mampu mengajak pelaku agar tidak melarikan diri sehingga pelaku mengikutinya dan pasrah. Setelah pelaku sudah bersama keluarga, mereka menyampaikan hal kepada polisi untuk menjemput pelaku.

Perdana! Perayaan Imlek di Kota Kupang Kolaborasi Budaya NTT dan Thionghoa

Menurut Sepuh, saat dijemput polisi, pelaku kooperatif dan tanpa ada perlawan. Pelaku digiring ke Mapolres Belu dan sebagai tersangka, pelaku langsung ditahan.

Kapolsek Raimanuk, Ipda Mathernus Klau, S.H saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com mengatakan, pelaku dijemput polisi setelah berkoordinasi dengan keluarga. Pelaku dijemput oleh beberapa personil polisi Rabu (5/2/2020) siang. Pelaku beralamat di Sukabitetek, Desa Launtolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, pelaku Tus Moruk
melakukan tindak pidana ancaman penikaman dan penghinaan terhadap
Pastor Paroki Nurobo, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF.

Kejadian itu bertempat di Dusun Auktuik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 18.15-18.30 Wita.

Dari kronologis yang disampaikan pihak Paroki Santa Maria Fatima Nurobo menjelaskan, Rabu (29/1/2020) pukul 18.15-18.30 Wita, bertempat di Dusun Auktuik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk,
Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF mengisi bensin eceran di pinggir jalan negara.

Saat itu, Pater Gabriel melihat dua anak yang menjual ikan dipukul oleh pelaku. Melihat kejadian itu, Pater Gabriel mengatakan kepada pelaku agar jangan memukul teman.

"Saya melihat dua anak yang menjual ikan dipukul oleh pelaku. Saya mengatakan kepada pelaku, “WOI JANGAN BEGITU.” Pelaku bernama Tus Moruk menuju ke saya dan berkata, “LU MAU APA?” Saya menjawab, “KALAU ADA MASALAH BICARA BAIK-BAIK DENGAN TEMAN TO.” Lalu pelaku menjawab, “LU MAU APA, APA URUSANMU?” Pelaku berlari menuju ke arah saya dan melompat untuk menikam saya. Saya menghindar", kisah Pater Gabriel dalam kronologis tertulisnya yang diterima Pos Kupang.Com, Sabtu (1/2/2020) malam.

Lanjut Pater Gabriel, pater Siprianus Ulu alias Pater Jefri Ulu, CMF yang saat itu berada di tempat kejadian berteriak dan mengatakan kepada pelaku agar menghentikan aksinya. Mendengar sebutan Pastor Paroki Nurobo, pelaku malah menghina lagi Pater Gabriel dengan kata-kata yang tidak pantas.

"Pater Jefri Ulu, CMF yang saat itu berada di tempat kejadian berteriak dan mengatakan "JANGAN ITU OM PATER NUROBO.” Pelaku tahu bahwa saya seorang pastor dan pelaku memaki dan menghina saya dengan kata-kata berikut ini, “KAU ORANG MISKIN DATANG MENGEMIS DI SINI, HARI-HARI MAKAN DARI UANG KOLEKTE HARI MINGGU, ROMO PUKIMAI, KAMI PUNYA ADAT TIDAK TERIMA KAU MAKANYA RP. 250.000,00 SAYA TIDAK KASIH KAN? KAU MAU APA!” Saya diam saja dan saya siap melindungi diri. Saya mencari tempat dan posisi yang aman", terang Pater Gabriel.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved