KONI NTT Usul Rp 38 Miliar untuk PON Papua
Pengurus KONI NTT mengusulkan anggaran atau dana untuk PON XX Papua Tahun 2020 sebesar Rp 38, 9 miliar
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Terkait anggaran, dia mengatakan, bisa dirasionalisasi. Karena itu, Dispora perlu rasionalisasi dan berupaya agar dapat melakukan audiens dengan Gubernur NTT.
Anggota Komisi V DPRD NTT, dr.Christian Widodo mengatakan, biaya jangan dirasionalisasi, karena jangan sampai nanti ada kekurangan dan terutama tiket.
"Rasionalisais tapi hati-hati jangan sampai KONI kekurangan dana tiba-tiba. Kita tidak bisa ubah arah angin, tetapi kita hanya bisa ubah haluan layar tapi juga harus hati- hati jangan sampai tenggelam," kata dr. Chris.
Dia mengusulkan agar dana yang dibutuhkan bisa bisa gunakan anggaran mendahului perubahan.
Emanuel Kolfidus, Anggota Komisi V DPRD saat itu mengatakan, olahraga adalah salah satu etalase yang membuat NTT terkenal baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Karena itu, saya dukung penuh perjuangan NTT terlibat dan berprestasi di PON XX Papua. Dana hibah harus ada untuk KONI, jadi saya pikir perlu ada penggunaan anggaran mendahului," kata Emanuel.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, M. Ansor, meminta KONI menghitung kebutuhan anggaran dengan baik mulai dari penginapan makan dan lainnya.
Anggota Komisi V DPRD NTT lainnya, Rocky Winaryo dan Ana Waha Kolin juga mendukung agar kontingen asal NTT bisa mengikuti PON dan meraih prestasi. "Saya dukung terutama soal anggaran dan juga bonus bagi atlet," kata Rocky.
Ana Waha Kolin juga mengakui, jika kebutuhan anggaran masih kurang maka dirinya mengatakan bisa menggunakan anggaran mendahului.
Kadispora NTT, Hildegardis Bria Seran mengatakan, pihaknya tetap mendukung pelaksanaan PON Papua.
Dikatakan, ada 24 atlet dari PPLD dan PPLP yang lolos POS dan tentu biaya juga akan ditanggung oleh Dispora. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)