ASN Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Kronologi Percobaan Bunuh Diri Oknum ASN Setelah Pelecehan Anak Dilapor ke Polisi

Ini kronologi percobaan bunuh diri oknum ASN di Lembata setelah pelecehan anak Dilapor ke Polisi

POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kanit Reskrim Polsek Oebobo, Iptu Komang Sukamara 

Ini kronologi percobaan bunuh diri oknum ASN di Lembata setelah pelecehan anak Dilapor ke Polisi

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Oknum ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata berinisial CL melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi pada tangan kiri, tangan kanan, leher dan meminum obat serangga di sebuah rumah di kawasan SMPN 1 Nubatukan Kota Lewoleba, pada Minggu (2/2/2020).

Pria berusia 43 tahun ini nekat melakukan upaya bunuh diri setelah dirinya dilaporkan ke Polres Lembata atas dugaan perbuatan pelecehan seksual anak di bawah umur.

BREAKING NEWS: Lakukan Pelecehan Anak, Oknum ASN di Lembata Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim Iptu Komang Sukamara menerangkan kejadian dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur dilakukan CL di Kawasan Pelabunan Lewoleba pada Minggu malam kemarin.

Kata Komang, malam itu juga orangtua korban langsung melaporkan CL ke polisi karena dugaan pelecehan seksual terhadap anak mereka yang masih berusia 16 tahun. Setelah menerima laporan tersebut polisi mendapati pelaku sudah dalam keadaan kritis karena percobaan bunuh diri yang dia lakukan.

Blanko e-KTP di TTS Masih Kosong

"Sesampainya di rumah CL, yang bersangkutan tidak ada di rumahnya dan diinformasikan oleh masyarakat bahwa korban sedang berada di sebuah rumah di kawasan dekat SMPN 1 Nubatukan, kemudian, polisi yang bertugas piket pergi mencari yang bersangkutan dan mendapatkan yang bersangkutan dalam keadaan bersimbah darah," jelasnya.

Polisi pun langsung membawa CL ke RSUD Lewoleba untuk dirawat secara medis. Sampai dengan Senin siang polisi belum bisa mendapatkan keterangan dari CL karena dia masih dalam perawatan tim medis di bawah pengawasan polisi.

"Memang dari perasaannya dia, karena setelah dilaporkan ke polisi, dia merasa malu, sehingga dia melakukan ini (percobaan bunuh diri)," ungkap Iptu Komang saat ditemui wartawan di Kantor Polres Lembata, Senin (3/2/2020).

Kronologi kejadiannya, urai Komang, pada awalnya CL yang sedang sakit meminta korban menemani dirinya pergi berobat ke dukun.

Setelah sampai di rumah dukun, korban yang masih duduk di bangku SMA ini sempat kembali ke rumahnya lagi. Namun usai berobat, CL menghubungi korban untuk menjemputnya.

Sebelum pulang ke rumah, CL mengajak korban makan berdua di kawasan kuliner Pelabuhan Jeti Lewoleba.

"Setelah makan, mereka duduk-duduk di lopo yang sepi dan di situlah dilakukan pelecehan seksual. Setelah pulang ke rumah, ditanyalah sama orangtua korban 'kamu bikin apa saja?'. Nah dari cerita (korban) itulah, orangtuanya melapor ke polisi," papar Komang.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus pelecehan seksual anak di bawah umur ini. Komang menyebutkan korban dan pelaku juga masih bertetangga rumah. Pelaku bisa dikenai pasal Undang-Undang Tentang Perlindungan Anak.

"Kita juga kan masih akan lakukan upaya untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih dulu, kan ada hasil visum dari rumah sakit juga nanti," terang Komang perihal niat pelaku melakukan percobaan bunuh diri karena malu dengan perbuatan asusila yang dilakukannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved