Sabtu, 9 Mei 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Direktur Utama Bank NTT: Tiap Daerah Punya Industri Unggulan

Izhak Eduard Rihi menginginkan Bank NTT menjadi pintu masuk untuk membantu masyarakat menjadi sejahtera.

Tayang:
Penulis: Paul Burin | Editor: Alfons Nedabang
ISTIMEWA
Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ishak Eduard Rihi resmi menjabat Direktur Utama Bank NTT per tanggal 11 Juni 2019. Ia sudah tujuh bulan bertugas, terhitung sejak dilantik Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Meski masih baru, Ishak telah berhasil membuat road map Bank NTT. Sejumlah gagasan serta program sudah dieksekusi dan berjalan baik. Tentunya dengan spirit mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.

Bagaimana aplikasinya? Apa saja kendala? Seperti apa prospeknya ke depan? Wartawan Pos-Kupang.com Paul Burin mewawancarai Ishak Eduard Rihi di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020). Berikut petikannya:

Menteri Pertanian: Impor Bukan Haram, tapi yang Untung Siapa? (1)

Menteri Pertanian: Saya Tak Takut pada Mafia Beras dan Gula (2-Habis)

Sejak Anda memimpin Bank NTT terlihat pertumbuhannya sangat bagus. Bisa dijelaskan?

Kalau kita lihat angka-angka kinerja Bank NTT, ternyata pertumbuhannya progresif dan ekspansif. Hal itu terjadi karena, pertama, saya mencanangkan transformasi bank ini dalam beberapa aspek sesuai visi dan misi saya.

Arahnya, yakni kita ingin mengubah bukan saja bank ini menjadi sehat, kuat dan terpercaya, tapi ikut memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Artinya bahwa kita tak saja berorientasi pada bisnis murni.

Seperti apa aplikasinya?

Modus Operandi Nelayan Oeba Kupang Bawa WNA ke Australia, Nyawa Jadi Taruhan, Segini Bayarannya

Konsep ini sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu. Konsep yang mengarah pada kesamaan persepsi di berbagai level baik di pemerintahan, dunia politik, dunia usaha dan seluruh masyarakat di berbagai level. Pada akhirnya orang memercayai lembaga ini. Lihat saja, pemerintah makin percaya yang dibuktikan dengan alokasi APBD NTT satu persen menjadi modal bagi Bank NTT, statement Gubernur NTT, Pak Viktor dan para bupati yang menilai kita semakin baik serta masyarakat. Pun pemilik dana korporasi makin sepaham dengan kita. Buktinya, market share dana pihak ketiga (DPK) tahun 2019 mengalami lonjakkan 45,63 persen. Dibanding tahun 2017 market share 8,5 persen, tahun 2018 3,2 persen.

Kita mengestimasi tahun 2020 akan tumbuh sekitar 24,5 persen. Inilah rencana bisnis bank (RBB) kita. Korporasi besar seperti badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) dan tabungan pensiun (Taspen) menaruh dananya yang cukup besar ke kita. Sebelumnya sangat kecil. Kita memang menginginkan Bank NTT menjadi pintu masuk untuk membantu masyarakat menjadi sejahtera.

Petani NTT Dibayangi Gagal Panen dan Kelaparan

Bisa Anda jelaskan faktor lain mengapa Bank NTT mendapat kepercayaan?

Kepengurusan kita semakin bagus, lengkap. Ibarat nakhoda yang semakin bagus. Kemudian, faktor lainnya, yakni transformasi visi, tata kelola, sumber daya manusia yang terus kita rapikan dan transformasi daya saing IT baru. Kontribusi kita terhadap pembangunan daerah makin rapi.

Kita mendorong pinjaman daerah dari pemerintah pusat kepada pemkot/pemda bagi masyarakat. Bank yang kelola dana itu. Mengapa? Untuk mencapai performa yang tinggi tak bisa hanya kasih uang ke rakyat saja. Caranya, prime customer kita kasih pinjaman.

Agus Ririmase dan Inovasi Pelayanan e-KTP di Kota Kupang

Dengan persetujuan pinjaman daerah, maka laba kita ratusan miliar rupiah, misalnya bisa tercapai. Tapi, kalau sekarang kita dituntut, kredit yang besar ini kita mau kasih ke siapa? Juga dana dari mana? Dengan perubahan-perubahan transformasi Bank NTT bisa dilihat bahwa angka-angka tadi sedang berjalan bagus.

Apakah kita akan membangun pula industri-industri di NTT?

Sekarang kita sedang mendorong industri seperti pembiayaan galangan kapal, kita buat industri kopi, industri rumput laut. Tujuannya menciptakan lapangan kerja dan mengantisipasi kemiskinan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved