Jumat, 29 Mei 2026

Petani di Nagekeo Gelisah Tanaman Jagung Terancam Gagal Panen

Para petani di Kabupaten Nagekeo gelisah karena tanaman jagung terancam gagal panen

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Tanaman Jagung milik warga Aeramo yang gagal tumbul di Desa Aeramo Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Minggu (2/2/2020). 

Para petani di Kabupaten Nagekeo gelisah karena tanaman jagung terancam gagal panen

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Intensitas hujan yang rendah menyebabkan ratusan hektar tanaman Jagung milik petani di Desa Aeramo Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo mati.

Hal itu disebabkan tidak adanya pasokan air dan juga rendahnya intensitas hujan di wilayah tersebut. Jika kondisi ini terus terjadi akan maka petani Jagung terancam gagal panen.

Lolos Passing Grade, Peserta Seleksi CPNS di TTS Kristina Benmetan Mengaku Senang Luar Biasa

"Beginilah kondisi tanaman jagung milik petani di desa Aeramo. Tanaman jagung yang baru berumur dua bulan itu terlihat mulai layu dan bahkan mengering ada banyak yang sudah mati," ujar warga Aeramo, Nikolaus Jago, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (2/2/2020).

Menurut Nikolaus hal ini diakibatkan dari kurangnya pasokan air karena rendahnya insentisas hujan pada musim penghujan tahun ini.

Nikolaus mengaku kondisi jagung miliknya saat ini pertumbuhannya kerdil dan bahkan beberapa tanaman jagung sudah mengering dan mati akibat dari kurangnya intensitas hujan di musim hujan tahun ini.

Cegah Longsor, TNI Bersama Masyarakat Nanaenoe-Belu Tanam Ratusan Pohon Gamal

Nikolaus mengaku dirinya mengaku gelisah karena akan berdampak terjadinya gagal panen di para petani ladang.

"Kasus ini terjadi hampir melanda para petani yang ada di kabupaten Nagekeo," ujar dia.

Dirinya meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib para petani yang ada di Kabupten Nagekeo atas kejadian ini.

Karena baginya tahun ini petani akan terjadi gagal panen
pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan kepada petani untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat.

Warga lainnya, Siprianus Go'o mengaku pasrah dengan keadaan tersebut.

"Kami tidak bisa berbuat apa, hujan tidak pernah datang, tanaman jagung kami sudah mulai layu dan rusak akibat cuaca panas," ujar Siprianus.

Siprianus mengaku puluhan hektar lahan jagung warga Desa Aeramo, mengalami kerusakan. Disebabkan panasnya terik matahari. Tanaman jagung ada yang sudah mati karena kurangnya ketersediaan air.

"Jika dalam waktu dekat ini tidak hujan, maka saya memastikan puluhan hektar lahan jagung akan mengalami gagal panen di tahun 2020 ini. Kalau tahun sebelumnya bulan Januari seperti ini jagung sudah berbunga, namun tahun ini terlambat jauh sekali. Bahkan ada warga lahannya belum di tanam jagung," ujar Siprianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved