Selasa, 2 Juni 2026

Ancaman Penikaman Pastor di Atambua, Polisi Minta Pelaku Serahkan Diri

Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Raimanuk, Kabupaten Belu sudah melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga pelaku agar sebaiknya pelaku menye

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
BERI ARAHAN---Kapolsek Raimanuk, Ipda. Mathernus Klau saat memberikan arahan kepada anggota sebelum melaksanakan patroli wilayah, Sabtu (1/2/2020). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Raimanuk, Kabupaten Belu sudah melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga pelaku agar sebaiknya pelaku menyerahkan diri ke aparat kepolisian ketimbang melarikan diri.

Pelaku pengancaman penikaman pastor Paroki Nurobo ini diketahui bernama Tus Moruk yang beralamat di Sukabitetek, Desa Launtolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian, S.I.K melalui Kapolsek Raimanuk, Ipda Mathernus Klau, S.H mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com saat dikonfirmasi, Sabtu (1/2/2020) malam.

Menurut Mather, kasus ancaman penikaman Pastor Paroki Nurobo, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF sedang ditangani polisi. Penyidik Polsek Raimanuk sudah memeriksa korban pengancaman dan saksi-saksi sedangkan pelaku melarikan diri. Polisi yakin, pelaku masih berada di wilayah NTT.

Saat ini polisi fokus mengejar pelaku hingga dapat sehingga kasus tersebut bisa diproses lebih lanjut. Polisi sudah melakukan pendekatan dengan keluarga pelaku agar sebaiknya pelaku menyerahkan diri ke polisi ketimbang melarikan diri.

"Kita sudah lakukan pendekatan persuasif dengan pihak keluarga pelaku agar sebaiknya pelaku menyerahkan diri daripada dia lari. Karna dia mau lari kemana, pasti dalam wilayah Indonesia", kata Mather yang baru bertugas tiga bulan sebagai Kapolsek Raimanuk.

Pria kelahiran Besikama- Malaka, 24 Febuari 1979 ini mengatakan, selain melakukan pendekatan kepada keluarga pelaku, polisi juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya umat katolik agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan isu yang belum diketahui kebenarannya.

Jajaran Polsek Raimanuk juga rutin melakukan patroli di sejumlah titik rawan dan sepanjang jalan negara untuk mengantisipasin terjadinya tindak kriminal. Bila ditemukan sekelompok pemuda yang mengkonsumsi minuman keras di jalan atau di tempat umum maka polisi membubarkannya.

Menurut Kapolsek Mather, sejauh ini situasi keamanan di wilayah Polsek Raimanuk aman terkendali.

Untuk diketahui, Pastor Paroki Nurobo, wilayah Keuskupan Atambua, Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF diancam ditikam warga yang diketahui bernama Tus Moruk.

Kejadian itu bertempat di Dusun Auktuik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Rabu (29/1/2020).

Dari kronologis yang disampaikan pihak Paroki Santa Maria Fatima Nurobo menjelaskan, Rabu (29/1/2020) pukul 18.15-18.30 Wita, bertempat di Dusun Auktuik A, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk,
Pater Gabriel Yosef Nammaolla Bahan, CMF mengisi bensin eceran di pinggir jalan negara.

Saat itu, Pater Gabriel melihat dua anak yang menjual ikan dipukul oleh pelaku. Melihat kejadian itu, Pater Gabriel mengatakan kepada pelaku agar jangan memukul teman.

"Saya melihat dua anak yang menjual ikan dipukul oleh pelaku. Saya mengatakan kepada pelaku, “WOI JANGAN BEGITU.” Pelaku bernama Tus Moruk menuju ke saya dan berkata, “LU MAU APA?” Saya menjawab, “KALAU ADA MASALAH BICARA BAIK-BAIK DENGAN TEMAN TO.” Lalu pelaku menjawab, “LU MAU APA, APA URUSANMU?” Pelaku berlari menuju ke arah saya dan melompat untuk menikam saya. Saya menghindar", kisah Pater Gabriel dalam kronologis tertulisnya yang diterima Pos Kupang.Com, Sabtu (1/2/2020) malam.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved