Salam Pos Kupang

Kompensasi kepada Konsumen

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: kompensasi kepada Konsumen

Kompensasi kepada Konsumen
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: kompensasi kepada Konsumen

POS-KUPANG.COM - Perusahan Listrik Negara ( PLN) saat ini melakukan pemadaman bergilir listrik. Hal ini dilakukan pihak PLN karena selain adanya pemeliharaan mesin diesel listrik PLN, namun juga terkendala pada penyediaan bahan bakar minyak ( BBM) akibat faktor cuaca buruk.

Kondisi cuaca buruk yang terjadi tahun 2020 ini menyebabkan kapal tanker pengangkut BBM belum tiba di Kupang hingga saat ini. Padahal, mesin yang ada di Tenau setiap hari harus beroperasi dan membutuhkan BBM.

Pedagang Sumba Barat Berjualan di Trotoar, Ini Tanggapan Kasat Pol PP Sumba Barat

General Manajer PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko mengakui bahwa beberapa hari ke depan wilayah Kota Kupang dan pada seluruh wilayah Timor akan mengalami pemadaman bergilir karena mengalami defisit daya kurang lebih 30 MW atau sepertiga dari beban puncak sistem Timor.

Tentu hal ini bisa dimaklumi. Kondisi ini akan terjadi hingga tanggal 1 Februari mendatang dengan daerah pemadaman, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu dan sebagaian wilayah Kabupaten Malaka.

Nelson Matara Sesalkan Monumen Pancasila Tidak Selesai Dikerjakan

Apa yang disampaikan pimpin PT PLN UIW NTT bisa dimaklumi karena terbentur pada masalah/faktor cuaca gelombang laut dan kapal tanker baru akan tiba di Kupang pada 31 Januari 2020 nanti.

Walaupun pihak pimpinan PLN UIW NTT sudah memberikan penjelasan normatif kepada publik, namun masyarakat selaku konsuman berkehendak lain. Masyarakat pelanggan selaku konsumen menginginkan agar PLN memberikan kompensansi atas berbagai kerugian yang dialami konsumen baik langsung maupun tidak langsung.

Konsumen ingin PLN yang bersentuhan dengan pelayanan listrik baik secara bisnis dan sosial harus profesional dalam pelayanan termasuk mengantisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi di lapangan.

Masyarakat pelanggan berkeiningan agar apapun alasan yang disampaikan PLN harus tetap bertanggung jawab. Tentu PLN akan bertanggungjawab dengan masalah ini dan tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

Apalagi, pelanggan PLN saat ini sebagian besar sudah melaksanakan kewajibannya dengan membayar listrik secara prabayar. Artinya kemungkinan terjadinya utang juga kecil. Sehingga jika ada kendalan teknis apapun alasannya maka pihak PLN pun harus bisa menghitung secara bisnis kerugian yang dialami pelanggan.

Pemberian kompensasi bisa bermacam-macam, seperti memberikan tambahan pulsa listrik berapapun besarnya bagi pelanggan yang terkena dampak pemadaman.

Kita berharap pihak PLN selaku lembaga yang dipercayakan negara untuk melayani listrik kepada masyarakat tentunya akan bersikap profesional. Artinya, apapun yang mereka alami tentu akan dihadapi, termasuk ketika menghadapi tuntutan warga seperti saat ini.

Walau demikian, kita tentunya juga berharap kepada para pelanggan untuk dapat memilah sejumlah persoalan yang mencuat permukaan. Sebab, kalau PLN ini rugi pun maka yang rugi kita semua tentunya. Di sinilah timbang uji perlu oleh para pelanggan PLN. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved