Ini Pesan Wagub NTT untuk KPID NTT

Wagub NTT, Josef Nae Soi, menegaskan, keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID) Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Wagub NTT, Josef A Nae Soi pose bersama KPID NTT di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (  Wagub NTT), Josef Nae Soi, menegaskan, keberadaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID) Provinsi NTT adalah bertujuan untuk menyaring, news (berita), hoax (kabar bohong), pendapat dan persepsi publik atau seseorang terhadap fakta dan data yang dimilikinya.

Josef menyampaikan hal ini saat beraudiens dengan KPID NTT di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020).

Bupati Don Ingatkan Perhatikan Hak Perempuan dan Anak

Sesuai rilis yang disampaikan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru meyebutkan tatap muka Wagub NTT dengan KPID NTT itu dihadiri Kadis Kominfo Provinsi NTT, Drs. Aba Maulaka, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Dari KPID NTT hadir Ketua, Yosef Kolo,Wakil Ketua, Desiana Rumlaklak, Koordinator Bidang Pengelola Struktur dan Sistem Penyiaran, Jack Lauw dan Anggota, Onesimus YM. Lauata, Koordintaor Bidang Pengawasan isi Siaran, Fredrikus Royanto Bau dan Koordinator Bidang Kelembagaan, Gasim.

Saat itu Wagub Josef mengharapkan hadirnya KPID NTT dapat menyaring informasi-informasi hoax, pendapat atau persepsi publik yang tidak sesuai fakta, sehingga masyarakat bisa membedakannya.

Warga Diingatkan Tidak Boleh Sepelekan Gangguan Penyakit Jiwa

Josef mengatakan, ukuran kinerja KPID terletak pada azas kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat di Provinsi NTT.

"Terutama masyarakat bisa membedakan apa itu news, hoax, pendapat dan persepsi. Ini memang tugas yang tidak mudah. Terlalu ideal tapi kan orang-orang KPID NTT itu kan orang-orang yang luar biasa," kata Josef.

Dijelaskan, tugas KPID NTT tidak sekadar memberikan ijin kepada lembaga penyiaran tetapi KPID NTT merupakan benteng untuk menyaring news, hoax, pendapat dan persepsi publik.

"Kalau masyarakat dapat merasakan keberadaan dan manfaat KPID NTT maka tidak usah bicara tentang dana. Dana akan mengikuti dengan sendirinya, namun intinya out comes yang dirasakan oleh masyarakat. Walaupun masyarakat belum merasakan tapi minimal ada tanda-tanda yang mulai menggeliat," katanya.

Kadis Kominfo NTT, Aba Maulaka menjelaskan, keberadaan KPID NTT telah eksis di Provinsi NTT sejak tahun 2006 dan hingga kini telah terjadi empat kali pergantian komisioner.

"Tahun 2020 ini dana hibah yang diberikan kepada KPID NTT dari APBD NTT sebesar Rp 250 juta, rasanya dana ini tidak cukup," ucap Kadis Aba Maulaka.

Ketua KPID NTT, Yosef Kolo mengatakan, mereka telah bekerja setelah dilantik beberapa waktu lalu.

"Kami telah dilantik dan telah bekerja. Kami datang sebagai anak dan mau melapor kepada Bapak Wagub," kata Yosef.

Seusai tatap muka dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved