Di Kabupaten Ngada Yayasan Puge Figo Adakan Reboisasi Berbasis Pakan Ternak

Yayasan Puge Figo (YPF) di Kurubhoko, Kecamatan Wolomeze merespons positif terhadap program Dinas Peternakan

Di Kabupaten Ngada Yayasan Puge Figo Adakan Reboisasi Berbasis Pakan Ternak
istimewa
Suasana penanaman Taramba di Kurubhoko Kecamatan Woloweze Kabupaten Nagekeo, Jumat (24/1/2020).   

Di Kabupaten Ngada Yayasan Puge Figo Adakan Reboisasi Berbasis Pakan Ternak

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Yayasan Puge Figo (YPF) di Kurubhoko, Kecamatan Wolomeze merespons positif terhadap program Dinas Peternakan dalam gerakan penanam pakan ternak jenis Taramba.

Ketua YPF, Emanuel Djomba, menyampaikan, YPF bergerak dibidang ekologi dan itu sudah sejak lama digalakan.

"Karena itu bersamaan dengan penanaman pakan ternak di Dinas Peternakan, maka YPF besinergis melalui programnya yakni reboisasi berbasis pakan ternak," ujar Emanuel, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (26/1/2020).

Emanuel mengatakan pendidikan ekologi merupakan salah satu misi YPF, sedangkan reboisasi berbasis pakan ternak merupakan salah satu kegiatan yang mendukung misi konservasi atau reboisasi di yayasan ini.

Sementara itu, Pembina YPF Nao Remon, ketika yayasannya bersinergis dengan Dinas Peternakan dan melibatkan siswa sekolah menggelar penanaman pakan ternak di lahan percontohan di Kurubhoko menyambut baik program tanam pakan ternak.

Nao Remon sendiri ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (24/1/2020) di Kurubhoko itu.

Remon mengatakan bagi YPF, gerakan ini diharapkan dapat mengatasi salah satu dari sejumlah masalah kebakaran hutan di musim kemarau (kering) karena alasannyang sangat klasik, yakni membakar hutan untuk mendapat rumput baru bagi ternak dan alasan ini dianggap menjadi biang terjadinya kebakaran.

Karena itu, ketika Dinas Peternakan melakukan gerakan ini sebenarnya sejalan dengan program dalam bidang reboisasi. Alasan bakar hutan di atas mengancam program reboisasi YPF selama ini.

"Maka itu YPF kemudian memprogramkan reboisasi berbasis pakan ternak mulai tahun 2020, dengan asumsi, jika pemilik ternak sudah memiliki lahan pakan maka bisa mengatasi salah satu dari sejumlah alasan orang membakar hutan," jelas Remon.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved