Salam Pos Kupang
Melirik Pembangunan Tiga Icon Baru
Mari membaca Salam Pos Kupang berjudul: Melirik Pembangunan Tiga Icon Baru Kota Kupang
Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
Mari membaca Salam Pos Kupang berjudul: Melirik Pembangunan Tiga Icon Baru Kota Kupang
POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Kota Kupang menata kawasan pantai Kelapa Lima di depan Hotel Aston, Terminal Kupang di Kelurahan LLBK dan Koridor III Jalan Frans Seda butuh dana Rp 104 Miliar dari APBN.
Hal ini terbilang luar biasa dan menakjubkan. Uang tersebut terbilang besar untuk memperindah wajah Kota Kupang. Tentu dari pembangunan tiga icon itu akan memberi dampak lebih bagi warga Kota Kupang ke depan.
• Nelayan Gunakan Bom Ikan di Nagekeo, Begini Tanggapan Kapolres Nagekeo
Hal semacam ini tentu perlu dalam konteks tertentu. Hanya saja, masih ada hal mengganjal yang mungkin menjadi bahan pemikiran bagi warga Kota Kupang. Mungkinkah ini bagian dari pilihan arif kita dalam menata Kota Kupang?
Nampaknya, Pemerintah Kota Kupang saat ini sedang berupaya mengedepankan citra sehingga kota ini perlu diperindah lagi dengan berbagai ornamen dan lain sebagainya.
• Kepastian Hukum Sertifikat Hak Milik Atas Tanah
Katakan saja, lampu jalan dalam berbagai bentuk sudah menyebar dalam Kota Kupang. Sayangnya, mungkin saja kehadiran lampu-lampu baru itu ada yang terkesan mubazir karena di sana sudah ada lampu jalan. Corak lampu hias yang ada tidak nampak jelas karena kalah terang ketimbang lampu jalan.
Mungkin akan lebih arif, kalau lampu hias yang ada nyasar pada tempat-tempat agak gelap di daerah pinggiran kota. Mungkin juga hal itu tidak bisa kelihatan dan terkesan tidak memperindah kota. Tetapi semua itu sangat bergantung kepada kebijakan Pemkot Kupang atau Walikota Kupang.
Pertanyaan yang mungkin agak menggugat adalah, apakah kita saat ini butuh pencitraan terlebih dahulu atau pengentasan kemiskinan? Fakta menunjukkan, masih banyak warga Kota Kupang hidup dibawah garis kemiskinan.
Apakah tidak lebih baik kita mengajukan ke pusat pembangunan rumah layak huni bagi warga di bantaran kali Liliba? Atau masih ada lagi rumah kumuh lainnya yang berada di jantung Kota Kupang.
Ini sejumlah hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan bagi petinggi di Kota Kupang. Kita memang butuh pencitraan tetapi warga butuh hidup layak. Mereka masih butuh uluran tangan dari pemerintah agar mereka keluar dari keterbatasan sumber daya dalam berbagai hal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)