KPM PKH Diminta Jadi Pioner Pembangunan di Desa, Sima Liputannya

Kepala Desa (Kades) Tendakinde Petrus F. Dae, S. Fil menghimbau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Ten

KPM PKH Diminta Jadi Pioner Pembangunan di Desa, Sima Liputannya
istimewa
Ket: Suasana saat sosialisasi PKH di Kantor Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Januari 2020.   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY --Kepala Desa (Kades) Tendakinde Petrus F. Dae, S. Fil menghimbau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Tendakinde menjadi pioner dalam pembangun SDM Desa.

Kades Petrus meminta KPM di Tendakinde untuk menjadi model bagi orang lain dalam mengasuh anak, keberpihakan akan gizi anak.

"Saya minta Tendakinde zero stunting, kasian kalau stunting karena 20 tahun mendatang kualitas anak kita tidak relevan dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi," ujar Petrus, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (23/1/2020).

Piter yang juga Ketua Komisi Perlindungan Perempuan Dan Anak Kecamatan Wolowae ini mengatakan program PKH konsen sama dengan Komisi yang ia pimpin.

"Indeks bantuan ibu hamil dan Balita yang besar Rp.3.000.000, sangat membantu sekali untuk generasi kita. Makanya sekali lagi 2020 dan seterusnya kita zero stunting," tegas Petrus.

Kepala BPSDM NTT Buka Pelatihan Dasar CPNS Lingkup Kabupaten/Kota Se- NTT, Simak YUK

Sementara itu, pendamping PKH Kecamatan Wolowae, Karolus Geri, S. Sos, mengatakan kenaikan Indeks Bantuan pada Tahun 2020 mengarahakan KPM PKH ke paradigma baru tentang mutu anak.

Kata Karolus, dua puluh tahun mendatang anak-anak PKH menjadi model generasi Dan pemimpin masa depan.

Lanjut Karolus indeks bantuan PKH 2020 adalah komponen kesehatan ibu Hamil Rp 3000.000, Balita Rp. 3.000.000, komponen pendidikan
SD : 900.000 rupiah, SMP 1.500.000 rupiah dan SMA 2.000.000 rupiah, komponen kesejahteraan sosial Lansia 2.400.000 rupiah dan disabilitas 2.400.000 rupiah.

"Kita jangan malu konsumsi makanan lokal kita, pisang, ubi, jagung, kelor, beras dan hasil laut kita yang luar biasa ini. Kita harus secara bersama tolak makan- makanan instan. Saya pikir mama-mama bisa dan itu PKH harus duluan," ujar Karolus.

Sementara itu, PKM PKH Tendakinde, Regina Mude, mengatakan, selama ini sudah sangat membantu keluarga dengan adanya dana PKH.

Regina berharap agar program PKH dapat ditingkatkan sehingga PKM dapat sejahtera.

"PKH membantu sekali keluarga, terima kasih pemerintah," ujar Regina.

Ket: Suasana saat sosialisasi PKH di Kantor Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Januari 2020.

 
Ket: Suasana saat sosialisasi PKH di Kantor Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Januari 2020.   (istimewa)
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved